87-perajin-ikuti-pameran-dekranasda-bogorBogor, 13/7 (ANTARA) - Sebanyak 87 perajin mengikuti pameran dan demo kerajinan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bogor Jawa Barat, Jumat.
"Pameran dan demo kerajinan Kota Bogor digelar selama tiga hari yakni dari tanggal 13 hingga 15 Juli. Ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan oleh Dekranasda," kata Wakil Ketua Dekranasda Kota Bogor, Eddy S Warsa, di Bogor, Jumat.
Eddy mengatakan, pameran dan demo kerajinan Kota Bogor kali ini diselenggarakan di Sanggar Bogor Kreatif, Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah.
Sebanyak 87 perajin Kota Bogor ikut serta dalam pameran tersebut. Mereka terdiri dari perajin batik, kuliner, dan kerajinan tangan lainnya.
"Para perajin ini merupakan binaan dari Dekranasda Kota Bogor," katanya.
Menurut Eddy, pelaksanaan pameran dan demo kerajinan Dekranasda adalah sebagai upaya untuk membantu para perajin di Kota Bogor.
Melalui kegiatan pameran, memberikan kesempatan kepada perajin untuk membuka pasar baru.
Tidak hanya itu, lanjut Eddy, pameran tersebut membuka kesempatan membina kerja sama dalam bidang usaha kerajinan dengan beberapa perusahaan baik swasta maupun BUMD.
"Dalam pameran ini Dekranasda mengundang para mitra Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk hadir dan diharapkan dapat menguatkan kerja sama dengan para perajin," katanya.
Ia mengatakan, pameran tersebut menyuguhkan aneka produk para perajin binaan Dekranasda.
Selain pameran, juga diselenggarakan demo pembuatan kerajinan oleh para peserta pameran.
"Demo ini untuk menunjukkan kepada para pengunjung cara pembuatan sebuah kerajinan tangan. Diharapkan ini akan menjadi daya tarik tersendiri," katanya.
Ia menambahkan, pameran tersebut juga menampilkan kesenian tradisional dan "talk show" terkait pengembangan usaha perajin selama pameran.
Laily R
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.