Sekitar 30.000 orang tewas dalam kekerasan bersenjata tiap tahun di Amerika, yang sebagian besar melakukan bunuh diri.
Washington (Antara/AFP/Antara Megapolitan) - Presiden Barack Obama pada Selasa dijadwalkan memperkenalkan serangkaian rancangan langkah eksekutif untuk mengurangi kekerasan bersenjata di Amerika Serikat, melewati Kongres dan meluncurkan persaingan sengit pada tahun pemilihan umum 2016.

Dengan memulai tahun terakhirnya di Gedung Putih dengan unjuk kekuatan eksekutif, Obama akan mengabaikan oposisi di Kongres dan mengambil serangkaian langkah sepihak untuk mengatur perdagangan senjata api dan mengekang perdagangan gelap.

Jaksa Agung Loretta Lynch mengatakan langkah itu akan memperlihatkan peraturan lebih ketat tentang siapa harus mendaftar sebagai penjual senjata api, mengecilkan celah pembeli dalam menghindari pemeriksaan latar belakang dan menindak keras pembelian senjata api melalui pihak ketiga, yang menjadi penengah.

Obama akan menyerahkan langkah baru itu, yang dikecam kalangan dari partai Republiken, pembuat senjata dan penggemar senjata api dan disebut sebagai pelanggaran kebebasan konstitusional, ke Ruang Timur di Gedung Putih pada Selasa.

Sekitar 30.000 orang tewas dalam kekerasan bersenjata tiap tahun di Amerika, yang sebagian besar melakukan bunuh diri.

Selama tujuh tahun Obama menjabat sebagai presiden, dia seringkali frustrasi terhadap penolakan Kongres untuk memperketat pengendalian senjata api, terutama pasca pembantaian anak-anak sekolah Connecticut, jemaat gereja Carolina Selatan dan penonton film di Colorado.

Langkah-langkah tersebut akan memperkenalkan pemeriksaan latar belakang universal atau mendaftarkan atau mengumpulkan sejumlah dari lebih dari 300 juta senjata api yang diperkirakan telah beredar di Amerika Serikat, langkah-langkah yang disebut esensial oleh para advokat pengendalian senjata api.

Obama mengakui langkah eksekutifnya tidak akan menyelesaikan seluruh kejahatan di negaranya. Tidak akan mencegah setiap penembakan masal. Tidak akan menyingkirkan seluruh senjata api dari tangan para kriminal.

Namun, Obama mengatakan bahwa itu akan secara potensial menyelamatkan nyawa di negaranya dan akan meredakan sakit hati para keluarga.

Meski dalam mengambil langkah terbatas, dengan bertindak sendiri dan melawan keinginan Kongres, Obama mengundang bahaya politik dan hukum.

Kalangan partai Republik yang mengendalikan kongres telah memposisikan diri mereka sebagai pemenang para pemilik senjata api, yang berkumpul menjadi sebuah blok pemilih yang besar di sejumlah wilayah yang dapat menentukan pemilihan umum 2016.

Pembicara Dewan Perwakilan Rakyat, Paul Ryan pada Senin menuduh Obama meremehkan para penduduk Amerika yang menjunjung hak konstitusional untuk memiliki senjata.

"Kami semua disakiti oleh adanya kekejaman yang terjadi belakangan ini di negara kami, tetapi tidak ada perubahan dari apa yang presiden pertimbangkan telah mencegah mereka. Kami telah melihat secara konsisten bahwa sebuah penyebab pokok serangan tersebut adalah permasalahan kejiwaan," kata Ryan.

"Ini adalah pelampauan batas eksekutif yang berbahaya, dan negara tidak akan setuju dengan itu," Ryan memperingatkan.

Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Amerika mendukung undang-undang senjata api yang lebih kuat. Namun dukungan tersebut berkurang pada belakangan ini di tengah kekhawatiran terkait kelompok bersenjata ISIS dan ancaman teror yang meluas.

Langkah Obama dapat memberikan tekanan bagi beberapa sekutu Demokratnya yang menghadapi persaingan pemilihan umum yang keras di negara bagian yang berkesempatan sama dan wilayah kongres konservatif pada musim gugur ini.

Pada Kamis, Obama akan berpartisipasi dalam sebuah debat terkait pengendalian senjata api untuk mencoba menaikkan kasusnya.

Kegiatan itu yang disiarkan oleh CNN akan dilakukan di Universitas George Mason, Fairfax, Virginia.
    
                Undang-undang.
Sebuah tantangan yang lebih serius dapat berasal dari pengadilan.

Pengacara Obama telah menghabiskan berbulan-bulan waktu untuk "menggosok" undang-undang yang ada untuk mencari dimana peraturan dapat diperketat dan celah hukum dapat ditutup, sambil menyelamatkan diri dari tantangan pengadilan.

"Banyak pekerjaan yang dilakukan di balik layar untuk melihat apa yang dapat presiden lakukan dengan kewenangan eksekutifnya telah mendasar dalam pengetahuan yang para pelobi senjata api dan pihak Republik di Kongres yang biasanya mengajukan banding akan mencari jalan untuk menghentikannya," ujar juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.

Sebelum pengumumannya, Obama bersikeras bahwa langkah-langkah tersebut akan berada di bawak kekuasaan hukumnya.

Namun, usaha eksekutif serupa milik Obama yang membawa jutaan imigral ilegal dari persembunyian dengan cara melindungi mereka dari deportasi telah memicu sejumlah tuntutan dan meninggalkan tujuan kebijakan kunci Obama di tangan Pengadilan Tinggi.

Penerjemah: Mabrian/B. Soekapdjo.

    




Editor : M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2026