Saya umumkan bahwa yang terhormat KP Sharma Oli telah terpilih menduduki kursi perdana menteri Nepal.
Nepal (Antara/AFP/Antara Megapolitan) - Parlemen Nepal memilih pemimpin komunis KP Sharma Oli sebagai perdana menteri, Minggu. 

Ia ditugasi menyatukan negara setelah penetapan konstitusi baru memicu unjuk rasa berdarah, blokade perbatasan dan kelangkaan pasokan di seluruh penjuru negeri.

Oli yang berasal dari Partai Komunis Nepal (Kesatuan Marxis Leninis) itu mengalahkan mantan PM Sushil Koirala dengan suara 338 berbanding 249. Koirala turun dari posisinya sesuai konstitusi yang disahkan pada 20 September.

"Saya umumkan bahwa yang terhormat KP Sharma Oli telah terpilih menduduki kursi perdana menteri Nepal," kata Ketua Parlemen Subash Chandra Nembang, di hadapan parlemen.

Oli mengemban tugas untuk meredam unjuk rasa terkait konstitusi baru, mengakhiri blokade yang memicu dijalankannya penjatahan bahan bakar nasional, serta mempercepat rekonstruksi setelah gempa bumi melanda pada April dan menewaskan ribuan orang.

Ia dikenal sebagai tokoh moderat dalam partai meskipun berpaham komunis, dan berjanji untuk bekerja sama dengan partai-partai lain demi membangun negara miskin itu.

"Permintaan saya, semua partai harus bekerja sama dan melangkah maju dalam sebuah konsensus," kata Oli kepada para legislator dalam pidatonya sebelum pemungutan suara dilakukan.

"Ada kelompok-kelompok yang tidak puas dengan konstitusi, kita harus mendengar tuntutan mereka," kata Oli seraya mengakui kalau negaranya sudah hancur akibat gempa bumi, dan akan dilakukan upaya mempercepat proses rekonstruksi.

Pemerintahan saat ini dituding menghambat pembangunan kembali setelah gempa bumi menewaskan hampir 8.900 orang dan lebih dari setengah juta orang kehilangan tempat tinggal.

Konstitusi tersebut bertujuan mendorong transformasi negara Himalaya itu menuju demokrasi damai, setelah selama berpuluh-puluh tahun diliputi ketidakstabilan politik dan perang sipil.

Sementara itu, Koirala yang berasal dari Partai Kongres Nepal, dalam pidatonya di parlemen berjanji untuk bekerja sama dengan Oli jika ia kalah suara.

Namun Ameet Dhakal, pemimpin redaksi portal berita Sepopati mengatakan Oli masih menghadapi peningkatan pertarungan dalam beberapa bulan ke depan.

"Ada sejumlah tantangan bagi perdana menteri baru. Masyarakat juga akan memiliki harapan tinggi. Ia harus mengatasi krisis yang dihadapi negara," kata Dhakal kepada AFP.

Oli juga harus memperbaiki hubungan dengan negara tetangga yang berpengaruh, India, yang mengkhawatirkan ketidakstabilan di perbatasan dan mengungkapkan keprihatinan atas konstitusi tersebut. 



Editor : M.Ali Khumaini

COPYRIGHT © ANTARA 2026