Jakarta,  (Antaranews Bogor) - Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengunjungi rumah potong hewan PT Berdikari untuk menyaksikan secara langsung persediaan daging sapi ditempat tersebut.

"Kami mengapresiasi pihak-pihak dari Pemerintah, BUMN maupun swasta yang berperan atas ketersediaan stok daging sapi pada tahun ini," katanya dalam kunjungannya ke Rumah Potong Hewan (RPH) PT. Berdikari (Persero) di Cibitung, Bekasi, Jumat.

Menurut dia bila pada tahun-tahun lalu harga daging sapi menjelang Lebaran selalu melambung tinggi dikarenakan langkanya stok daging sapi yang beredar di pasaran, kini menjelang Lebaran tahun ini pasokan daging sapi melimpah, baik daging sapi lokal maupun impor.

Rusman menyebutkan bahwa diantara semua BUMN di Indonesia, PT. Berdikari memang telah didorong dan diarahkan untuk menjadi BUMN yang memiliki core bisnis peternakan. "Sebagai hasilnya kini PT. Berdikari telah memiliki peternakan yang integrated, dari hulu kehilir, mulai dari pembibitan sapi sendiri, menanam pangannya sendiri, rumah pemotongan hingga telah memiliki marketnya sendiri," ujarnya dalam keterangan tertulisnya melalui surat elektronik.

Dikatakannya walapun saat ini PT. Berdikari sudah mulai untuk turut serta dalam membantu memenuhi ketersediaan stok daging sapi nasional, namun untuk kedepannya Rusman mengharapkan PT. Berdikari juga mampu untuk berkontribusi dalam mendorong potensi sapi lokal.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Berdikari (Persero), Librato El Arief mengungkapkan, bahwa untuk turut menjaga ketersediaan dan harga daging sapi dipasaran, pihaknya telah menyiapkan stok sapi sejak dua bulan yang lalu.

Librato juga menyebutkan bahwa daging sapi yang dihasilkan RPH PT. Berdikari dijamin kualias dan kebersihannya.

"Selain kami memiliki RPH dengan fasilitas berstandar internasional, kami juga membantu memperbaiki dan mengaktifkan RPH yang kurang memadai di beberapa daerah, ini sejalan dengan harapan Pak Rusman agar PT, Berdikari dapat membantu dan membina Rumah Potong Hewan di daerah-daerah," Ujar Librato.

Librato menyebutkan bahwa PT. Berdikari ingin terus memantapkan komitmennya dalam membangun peternakan di Indonesia dengan terus berinovasi dalam rangka memasok kebutuhan daging nasional.

"Kami ingin menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun industri peternakan, dalam rangka menyukseskan program swasembada daging nasional," ujarnya.

Sedangkan Dodi Wahyudi Koordinator Divisi Pengolahan Daging dan Susu PT. Berdikari, menjelaskan proses pemotongan sapi dari penyembelihan hingga menjadi daging potong telah memenuhi standart kesehatan.

"Jika di pasar, biasanya daging sapi yang dijual setelah penyembelihan tidak melalui proses pembekuan terlebih dahulu, sedangkan kami telah memiliki Alat pembekuan sapi yang berfungsi agar bakteri pada daging tidak dapat berkembangbiak," jelasnya.  

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2014