Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok Jawa Barat memperluas cakupan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga ke sekolah-sekolah.

"Saat ini kami mengukuhkan sebanyak 272 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 246 berasal dari jenjang SD Negeri (SDN), sisanya dari SMP Negeri (SMPN) Kota Depok," kata Ketua Baznas Depok, Encep Hidayat di Depok, Rabu.

Baca juga: Baznas Depok himpun zakat sebesar Rp7,8 miliar

Ia mengatakan para pengurus ini nantinya bertugas di masing-masing satuan pendidikan, guna menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari warga sekolah, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Apabila di satu sekolah terkumpul minimal Rp1 juta, maka pendapatan secara keseluruhan bisa mencapai Rp 300 juta setiap bulannya," katanya.

Baca juga: Baznas Depok targetkan himpun zakat sebesar Rp10 miliar

Uang tersebut, lanjut dia akan dikembalikan lagi pada sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan melalui program Depok Cerdas.

"Terutama mengakomodir biaya pendidikan pelajar prasejahtera atau peningkatan sarana dan prasarana ibadah," ujarnya.

Lebih lanjut, ucap Encep, demi meningkatkan kualitas, pihaknya juga akan melakukan pembinaan terhadap pengurus UPZ atau amilin sekolah. Salah satunya terkait cara perhitungan zakat baik fitrah maupun maal.

Baca juga: Baznas Depok salurkan bantuan Rp1 miliar

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin, mendukung adanya pengurus UPZ di sekolah. Dengan demikian, organisasi ini memiliki legalitas hukum yang jelas.

"Maka nanti tidak perlu risau, karena izinnya sudah jelas. Jadi ini bukan punggutan liar," katanya.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019