Dihadapan 150 peserta Co-Creating Future Mandirian yang berasal dari seluruh Indonesia, Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan bahwa memimpin adalah mengelola harapan atau ekspektasi.

“Dalam mengelola harapan atau ekspektasi, kita sadar tidak semua ekspektasi bisa dilaksanakan, namun setidaknya ada pesan yang bisa disampaikan, kita bekerja untuk mencapai harapan tersebut," ujarnya di Hotel Aston, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (04/10/2019).

Baca juga: Bima Arya-Ade Yasin sepakat dengan tujuh pesan para rektor di Bogor

Menjadi pemimpin tegas Bima, harus ikhlas dan tulus melayani serta harus mampu memisahkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan warga secara umum. Pemimpin adalah orang yang tahu dan mampu menggerakan warga dan bawahannya ke arah yang dituju.

 “Kemewahan menjadi pemimpin adalah memberikan pelayanan dan kemudahan warga,” tuturnya.

Kepada seluruh peserta Co-Creating Future Mandirian, selain menerangkan kriteria bagi seseorang untuk menjadi pemimpin, diantaranya passion, the power Of values, we have to speak serta inspiring and growing leaders.

Baca juga: DPRD Kabupaten Langkat sharing tentang pemerintahan dan perizinan ke Kota Bogor

Bima menyebut, saat ini pemimpin yang dibutuhkan adalah gabungan dari personal yang bisa menjalin komunikasi dengan baik, menjadi magnet dan disisi lain mempunyai kemampuan manajerial.

“Tapi intinya sebagai pimpinan, walaupun sistemnya sudah ada, tapi kita harus bekerja dengan baik dan semangat,” kata Bima.

Pada kesempatan tersebut, Bima juga menjelaskan aplikasi Si Badra (Sistem Aduan Berbagi Aduan dan Saran) atau satu sistem yang ditujukan untuk mendorong akselerasi setiap keluhan warga Kota Bogor. Melalui sistem tersebut Bima mengaku bisa mengidentifikasi karyawan atau bawahannya, apakah memiliki passion atau tidak.

“Dari persoalan yang dihadapi Pemerintah Kota Bogor, solusinya sering muncul atau keluar dari warga, karena mereka yang lebih tahu kondisi di lapangan, untuk itu komunikasi menjadi hal yang paling penting,” akunya.

Baca juga: Kebun Raya Bogor, dua tanaman langka kembali tumbuh mekar

Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah melatih para kepala OPD untuk bisa Public Speaking agar memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, informatif dan inspiratif. Tidak ketinggalan, Bima juga menjelaskan konsep Pentahelix yang merupakan bentuk kolaborasi sebagai kunci dalam mengakselerasi.

 Salah satu elemen paling dahsyat dari Pentahelix adalah komunitas sebagai elemen paling tulus.

 “ Jadi, mereka (komunitas) tidak meminta apa-apa ketika disuruh,” ujarnya.

Selain Bima Arya, hadir sebagai narasumber Noni Purnomo, Presdir Blue Bird, Ceo Marketing Linkaja, Edward Killian dan Danny Kosasih, Co Founder of Innovasio. 

Pewarta: Oleh: Humas Setdakot Bogor

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019