Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat menyatakan dukungannya atas Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang berada di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Kota Depok Jawa Barat.

"Kita akan coba kolaborasi, kita juga mengharapkan ini menjadi green campus yang ada parameternya, " kata Menteri LH Jumhur saat memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional di UIII Depok, Jawa Barat, Jumat.

Jumhur mengatakan Indonesia punya UI GreenMetric yang bisa dipakai di mana saja, bahkan sudah ada 1.500 universitas dunia menggunakan standar-standar dari UI GreenMetric.

Dikatakannya, UI GreenMetric juga bisa digunakan dan bagus untuk mengukur keseriusan sebuah kampus yang komitmen kepada lingkungan.

Lebih lanjut Jumhur mengatakan biodiversitas atau keanekaragaman hayati Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.

Jumhur mengatakan ada yang mengatakan Indonesia merupakan negara nomor dua biodiversity. Ternyata tidak, menurutnya, karena Indonesia merupakan mega biodiversity yang nomor satu.

"Jika dijumlahkan antara yang di laut dan yang ada di daratan, di hutan, dan sebagainya, kita nomor satu,” ujar Menteri LH Jumhur Hidayat.

Dengan status tersebut, Indonesia memiliki hak dan posisi yang sangat kuat untuk menyuarakan penyelamatan keanekaragaman hayati di tingkat global.

Menurut Jumhur, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas semua pihak, anak muda, swasta, hingga media, untuk mengawasi perusak lingkungan sekaligus mendukung para pejuang biodiversitas.

Ia mengatakan pemerintah memandang sikap kritis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Pandawara, Walhi, Greenpeace, dan Kehati, sebagai hal positif untuk saling mengingatkan agar pembangunan tidak mengabaikan lingkungan.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026