Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menargetkan pembentukan 200 bank sampah baru di tingkat Rukun Warga (RW) sepanjang 2026 setelah menetapkan pembentukan dan pembinaan terhadap 80 bank sampah serupa periode tahun sebelumnya.
Ketua Tim Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Nurul Fitria menjelaskan upaya ini merupakan bagian dari visi jangka panjang menciptakan sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di daerah tersebut.
"Target jangka panjang kami, mewujudkan satu RW satu bank sampah di seluruh Kabupaten Bekasi. Sebagai langkah awal, tahun lalu kami telah menetapkan pembentukan di 80 RW. Tahun ini, kami akan meningkatkan jumlahnya secara signifikan dengan menargetkan pembentukan di 200 RW," katanya di Cikarang, Kamis.
Baca juga: FEB UI dan Bank Sampah kolaborasi berdayakan perempuan Bekasi
Baca juga: Pemkab Bekasi minta kontribusi aktif dunia usaha bangun bank sampah
Dia menyatakan, sejauh ini Kabupaten Bekasi telah memiliki total 482 unit bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah. Selain fokus penambahan, pihaknya juga terus memastikan keberlanjutan operasional unit yang sudah ada.
Upaya itu dijalankan melalui sistem evaluasi berkala dan revitalisasi terhadap unit-unit yang sudah terpantau pasif guna memastikan seluruh bank sampah dapat beroperasi secara konsisten.
Salah satu contoh keberhasilan pengelolaan sampah di wilayahnya adalah Bank Sampah Masdul yang berlokasi di RW 08, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat.
Menurut Nurul unit ini telah menjadi model percontohan berkat penerapan tiga aspek utama yakni pengolahan sampah total berbasis konsep 'Zero Waste Oriented'.
Baca juga: Bisnis olah kapuk emak-emak Bank Sampah 21 Bekasi
Kemudian integrasi dengan program ketahanan pangan serta penerapan ekonomi sirkular yang dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Kami berharap keberhasilan RW 08 Desa Telagamurni ini dapat direplikasi di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Dengan demikian, sampah tidak lagi menjadi limbah yang dibuang begitu saja tapi diolah menjadi sumber ekonomi dan ketahanan pangan bagi warga," ujarnya.
Pihaknya turut mengajak masyarakat untuk menjadikan budaya memilah sampah sebagai gaya hidup sehari-hari. Langkah ini diyakini dapat mempercepat terwujud sistem pengelolaan sampah berbasis economi sirkular sekaligus mendukung visi besar menuju konsep zero waste di Kabupaten Bekasi.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026