Penyanyi Vicky Shu sukses menurunkan berat badan pascamelahirkan melalui program klinis digital Halofit sebagai langkah edukasi manajemen obesitas.
Transformasi fisik yang dinilai cepat oleh publik sempat memicu spekulasi bahwa figur publik tersebut menjalani operasi pemotongan lambung.
Namun dalam keterangan yang diterima, Sabtu, Vicky menegaskan capaian tersebut merupakan hasil pendampingan medis intensif selama delapan minggu yang dikombinasikan dengan aktivitas berjalan kaki harian serta penataan ulang pola konsumsi.
Langkah tersebut diambil sebagai investasi kesehatan jangka panjang untuk fisik dan mental, bukan sekadar mengejar penurunan berat badan instan. Melalui layanan klinis digital dari Halodoc itu, ia mendapatkan pengawasan dokter, rencana makan dari ahli gizi, serta terapi glucagon-like peptide-1 (GLP-1) untuk mengontrol nafsu makan sesuai dengan indikasi medis.
Kondisi yang dihadapi Vicky merefleksikan tantangan pemeliharaan berat badan ideal di tengah masyarakat modern. Berdasarkan data Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan hingga akhir tahun 2025, satu dari tiga orang Indonesia mengalami obesitas sentral atau penumpukan lemak perut yang berisiko memicu penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
Sementara itu, studi Awareness, Care and Treatment in Obesity Management (ACTION) APAC menunjukkan kesenjangan penanganan karena hanya 43 persen individu dengan obesitas yang berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kehadiran program terintegrasi medis ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan klinis yang aman.
Vice President Consultation and Diagnostics Halodoc Ignasius Hasim menjelaskan bahwa penanganan obesitas harus fokus pada pembangunan kesadaran hidup sehat yang berkelanjutan, bukan sekadar mengubah angka timbangan.
Program tersebut menggabungkan pendekatan edukasi, evaluasi dokter spesialis, ahli gizi, serta pemanfaatan terapi medis berbasis bukti ilmiah.
Melalui program transformasi terintegrasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak mengelola kesehatan tubuh tanpa terjebak stigma sosial ataupun metode diet ekstrem yang membahayakan.
Pendekatan medis yang dipersonalisasi menjadi kunci utama untuk mewujudkan masyarakat yang tidak hanya proporsional, tetapi juga sehat secara menyeluruh.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026