Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan penanganan longsor di sejumlah titik di Kota Bogor sekaligus mengantisipasi wilayah yang berpotensi terdampak bencana serupa.
Tim teknis dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat telah turun ke lapangan untuk melakukan survei di beberapa lokasi, di antaranya trase baru Jalan Saleh Danasasmita, kawasan Sumur Tujuh, Jalan Kebon Pedes, dan Sukaresmi.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin usai meninjau lokasi longsor di Jalan Kebon Pedes, Rabu, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat bersama DBMPR Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu.
“Tidak hanya penanganan titik yang longsor, tetapi juga lokasi yang berpotensi longsor akan dilakukan penanganan dan perbaikan,” kata Jenal.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor menyerahkan sepenuhnya proses pelaksanaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk mekanisme dan tahapan yang harus dilalui sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, penanganan tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur yang terdampak, tetapi juga upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Jenal menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemprov Jawa Barat dalam menangani kerusakan infrastruktur akibat longsor di wilayah Kota Bogor.
Ia berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga mobilitas masyarakat kembali normal dan konektivitas antarwilayah tetap terjaga.
Selain itu, untuk proyek di kawasan Batutulis, ia menyebutkan bahwa proses lelang telah mulai berjalan sebagai bagian dari tahapan pembangunan yang harus dilalui.
“Untuk Batutulis, hari ini juga sudah tayang lelang. Kami mohon doa agar seluruh tahapan berjalan lancar, karena pembangunan ini sangat penting untuk mendukung konektivitas wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pembangunan akan mengikuti tahapan 3P, yakni perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan, sesuai regulasi yang berlaku.
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026