Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional di Tol Trans Jawa, akan berakhir tergantung dengan situasi lalu lintas arus mudik.
Dia mengatakan bahwa rekayasa itu dilakukan karena sudah terjadi peningkatan volume kendaraan di jalan tol dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Namun, jika nantinya volume kendaraan sudah normal maka lalu lintas normal dua arah akan kembali berlaku.
"Tentu kita lihat sampai seberapa jauh bangkitan dari kendaraan yang melakukan perjalanan mudik ini," kata Dudy di Gerbang Tol Cikampek, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu.
Menurut dia, Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol memiliki parameter V/C ratio atau rasio kapasitas kendaraan di jalan tol untuk menerapkan langkah rekayasa lalu lintas tertentu.
Baca juga: Arus lalu lintas Tol Cipali menuju arah Cirebon dan sekitarnya meningkat signifikan
Baca juga: Rekayasa lalu lintas one way tahap I mulai diterapkan di Tol Cipali pada Selasa sore
Saat ini, rasio volume kendaraan sudah mencapai angka 8.000, sehingga perlu diberlakukan one way.
"Kemudian apabila V/C ratio berkurang, maka rekayasa lalu lintas pun akan dikurangi atau disesuaikan," katanya.
Sementara itu, dia mengingatkan kepada para pemudik yang melakukan perjalanan berasal dari arah timur menuju ke arah barat, untuk menggunakan jalur arteri. Pemerintah, kata dia, juga telah mempersiapkan sejumlah jalur arteri tersebut demi kenyamanan pemudik.
Baca juga: Petugas hentikan one way di jalan Tol Cipali pada Selasa pagi
Sebelumnya, rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional di Tol Trans Jawa resmi diberlakukan pada Rabu siang, atau H-3 Lebaran 2025, yang dimulai dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga ke KM 414 di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Peresmian dimulainya rekayasa itu ditandai dengan pengibaran bendera oleh Dudy bersama jajaran kepolisian, Jasa Marga, hingga Jasa Raharja. One way tersebut resmi dimulai pada pukul 13.25 WIB.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026