Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 akan meningkat, didorong peningkatan aktivitas domestik akhir tahun.

"Ekonomi periode kuartal keempat proyeksi kita tumbuhnya 5,24 persen (year on year/yoy). Untuk full year tahun 2025, kita proyeksikan tumbuh 5,07 persen," kata Myrdal saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan kondisi likuiditas domestik pada akhir tahun juga membaik, terutama imbas dari kebijakan penempatan dana pemerintah di bank-bank anggota Himbara sebesar Rp276 triliun, meski kemudian sebagian dana ditarik kembali sebesar Rp75 triliun pada akhir tahun untuk belanja pemerintah.

"Jadi, pendorongnya dari situ, dari sisi konsumen, dari sisi pemerintah, ditambah investasi domestik juga kuat," ujar Myrdal.

Kinerja ekspor juga terindikasi positif, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin (2/2/2026) dengan nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 6,15 persen (yoy) mencapai 282,91 miliar dolar AS.

"Kuartal keempat 2025 kelihatannya dari sisi net ekspor mengalami kenaikan," kata dia.

Baca juga: Dampak ekonomi pengawasan obat dan makanan capai Rp50 triliun pada 2025

Selanjutnya, periode kuartal IV 2025 juga didukung oleh iklim suku bunga bank yang lebih murah, baik suku bunga deposito maupun suku bunga kredit.

Meski penurunan suku bunga kredit masih berjalan lambat, Myrdal menilai bahwa hal ini setidaknya dapat menjadi pendorong aktivitas ekonomi pada periode tersebut.

Ia juga memandang kebijakan moneter yang dilancarkan Bank Indonesia (BI) selama 2025 cukup baik dengan total pemangkasan bunga acuan sebesar 125 basis poin (bps).

Pelonggaran ini memberikan "napas" bagi pertumbuhan ekonomi pada periode akhir tahun.

Pada sisi yang lain, Myrdal menilai indikator sektor riil menunjukkan sinyal perbaikan, sebagaimana tercermin pada Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) November dan Desember 2025 yang masih berada di level optimis.

Selain itu, penjualan ritel juga dinilai masih tumbuh positif, termasuk penjualan kendaraan bermotor, merujuk Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia.

Secara sektoral, catat Myrdal, pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 didorong oleh sektor pertanian yang diperkirakan tumbuh 4 persen (yoy).

Hal ini sejalan dengan adanya utilisasi dari produk pertanian domestik yang meningkat karena program prioritas pemerintah terkait kemandirian pangan dan makan bergizi gratis (MBG).

Baca juga: Airlangga prediksi ekonomi tumbuh lebih tinggi di Q4 daripada Q3 2025

Beberapa sektor lain yang diproyeksikan tumbuh agresif antara lain sektor transportasi (8,73 persen yoy), akomodasi dan makan minum (8,66 persen yoy), informasi dan komunikasi (9,6 persen yoy), jasa bisnis (10,25 persen yoy), dan jasa lainnya (11,33 persen yoy).

"Sektor transportasi dan akomodasi ini karena ada faktor libur akhir tahun dan terkait dengan realisasi anggaran dari sisi pemerintahan maupun swasta untuk kegiatan akhir tahun," kata dia.

Adapun sektor-sektor yang diperkirakan tumbuh rendah dari sisi supply seperti sektor pertambangan yang sejalan dengan tren penurunan harga komoditas tambang, serta sektor real estate yang masih belum terlihat adanya lonjakan signifikan.


 

Pewarta: Rizka Khaerunnisa

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026