Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku mengampanyekan bahaya rokok di lingkungan keluarga sebagai upaya melindungi kesehatan ibu dan anak dari paparan asap rokok, khususnya di dalam rumah.
Kepala BKKBN Maluku dr. Mauliwaty Bulo di Ambon, Senin mengatakan kebiasaan merokok sering kali dianggap sebagai pilihan pribadi, padahal dampaknya dirasakan langsung oleh anggota keluarga lain yang tidak memiliki pilihan untuk menghindarinya.
“Merokok bukan hanya soal kebiasaan individu, tetapi sudah menjadi persoalan kesehatan keluarga. Asap rokok yang dihirup istri dan anak dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang,” kata dia.
Baca juga: Merokok dapat tingkatkan risiko ibu hamil terkena preeklamsia
Baca juga: Orang tua-anak dapat bangun komunikasi untuk tanamkan bahaya rokok
Ia menjelaskan, kampanye tersebut disampaikan melalui media sosial, materi edukasi, serta pesan-pesan komunikasi perubahan perilaku yang menekankan peran ayah dalam menjaga kesehatan keluarga. Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah ajakan untuk tidak merokok di dalam rumah.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026