Kepresidenan Palestina mendesak komunitas internasional, terutama pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara penjamin kesepakatan gencatan senjata Gaza, untuk menekan rezim zionis biadab Israel agar mempercepat distribusi rumah portabel dan tenda ke Jalur Gaza.
Desakan itu disampaikan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang saat ini mengancam keselamatan warga Gaza.
Tenda-tenda pengungsian yang tersisa di wilayah kantong itu sudah lama, robek, dan tidak layak, sehingga tidak dapat mencegah masuk air hujan dan hampir tidak melindungi warga sipil.
Palestina juga meminta Israel mencabut pembatasan dan hambatan yang menghalangi pemerintah Palestina mengirimkan rumah portabel, tenda, serta peralatan tempat tinggal penting ke Gaza.
Tujuannya untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung sekaligus melindungi kelompok-kelompok masyarakat rentan termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia, dari bahaya serius yang ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem.
Hujan deras yang melanda Jalur Gaza sejak Jumat hingga Sabtu pagi membanjiri ribuan tenda pengungsi dan menyebabkan pakaian, tempat tidur serta harta benda yang tersisa basah kuyup.
Kondisi itu semakin memperparah penderitaan yang dialami warga Gaza sejak awal agresi Israel pada 7 Oktober 2023.
Serangan Zionis telah menghancurkan 92 persen bangunan tempat tinggal di Gaza dan memaksa sebagian besar warga untuk mengungsi ke tenda-tenda yang tidak memberikan perlindungan selama musim panas maupun musim dingin.
Ada juga warga Gaza yang tetap tinggal di rumah mereka yang rusak, meski berisiko roboh akibat banjir dan hujan.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan keprihatinannya bahwa "ribuan keluarga pengungsi kini benar-benar terpapar kondisi cuaca ekstrem, meningkatkan kekhawatiran terkait kesehatan dan perlindungan".
Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa mitra yang bertugas menyediakan dukungan tempat tinggal telah mengerahkan tim tanggap cepat.
Selama beberapa pekan pihaknya berupaya mengurangi dampak hujan yang diperkirakan akan mengguyur seluruh wilayah Gaza.
OCHA melaporkan bahwa pada Kamis lalu saja, sekitar 1.000 tenda telah didistribusikan ke keluarga di Deir al-Balah dan Khan Yunis.
Sejak Ahad hingga Rabu lalu, para mitra juga telah menyediakan sekitar 7.000 selimut untuk 1.800 lebih keluarga, sekitar 15.000 terpal untuk 3.700 lebih keluarga serta pakaian musim dingin untuk lebih dari 500 keluarga.
Sumber: WAFA
Baca juga: 6.000 kasus amputasi di Jalur Gaza butuh rehabilitasi jangka panjang segera
Baca juga: Turki: 200 warga terjebak di bawah tanah Gaza
Baca juga: Rusia: Gencatan senjata di Gaza rapuh
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025