Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters pada Kamis membahas situasi kemanusiaan di Gaza dan dukungan untuk mewujudkan solusi dua negara di Palestina bersama mitranya dari Prancis, Jean-Noel Barrot.
Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Selandia Baru menyatakan pembahasan tersebut terjadi beberapa hari sebelum beberapa negara, termasuk Prancis, Inggris, Kanada, dan lainnya, akan mengakui negara Palestina yang merdeka pada sidang Majelis Umum PBB akhir bulan ini.
Selain negara-negara yang disebutkan, Australia juga telah mengumumkan akan mengakui kenegaraan Palestina pada sidang Majelis Umum mendatang.
Namun, Selandia Baru belum mengumumkan keputusan konkret terkait hal tersebut.
Baca juga: Evakuasi warga Gaza bagian persiapan Palestina merdeka
Baca juga: Gencatan senjata di Gaza mulai Minggu 19 Januari 2025, momentum pengakuan de facto negara Palestina?
Baca juga: Indonesia-Peru sepakat solusi dua negara akhiri konflik Palestina-Israel
Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, bulan lalu mengutuk serangan Israel di Gaza dan mengkritik rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menduduki daerah kantong yang terkepung tersebut.
"Saya pikir Netanyahu telah bertindak terlalu jauh. Saya pikir dia telah kehilangan akal sehatnya. Dan saya pikir Anda tahu, apa yang kita saksikan semalam, serangan di Kota Gaza, benar-benar tidak dapat diterima," kata Luxon kepada wartawan di ibu kota Wellington.
Selain hubungan bilateral, termasuk di bidang pertahanan dan ekonomi, kedua diplomat tinggi juga membahas upaya internasional untuk menunjukkan solidaritas dengan Ukraina dan keterlibatan diplomatik Paris dengan Iran.
Sumber: Anadolu
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025