Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengoptimalkan tiga program strategis dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD), dengan melibatkan lintas sektor serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.
"Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung melalui berbagai program dan inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam penanggulangan kasus DBD di Bangka Tengah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah Zaitun di Koba, Sabtu.
Ia menjelaskan, tiga program strategis yang saat ini digencarkan Dinas Kesehatan Bangka Tengah adalah Juru Pemantau Jentik (Jumantik), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan Aksi Periksa Jentik di Rumah Sendiri (Si Perintis).
"Tiga program ini merupakan langkah preventif yang sangat penting. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran dan peran serta masyarakat," ujarnya.
Dinas Kesehatan Bangka Tengah mencatat sebanyak 308 kasus DBD hingga Juni 2025.
Baca juga: Kasus DBD di Mimika Papua Tengah alami penurunan signifikan pada 2025
Baca juga: Komunitas Betta Bekasi bagikan 500 ekor ikan cupang cegah demam berdarah
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025