Bekasi (Antaranews Megapolitan) - Sejumlah kalangan mengapresiasi pemanfaatan aplikasi sistem koordinat yang diterapkan Dinas Pendidikan Jawa Barat, pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK 2018 bagi calon siswa yang memanfaatkan jalur zonasi.

"Sistem koordinat yang diterapkan Dinas Pendidikan Jawa Barat terbukti efektif memberikan persaingan skors tambahan nilai bagi calon siswa berdasarkan kedekatan rumah tinggal dengan lokasi sekolah," kata warga Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Putri (40) di Bekasi, Kamis.

Putri mendaftarkan putranya melalui jalur warga penduduk sekitar atau zonasi. Jarak tempat tinggalnya ke sekolah yang berlokasi di Jalan Ciremai Raya itu hanya berjarak 160 meter.

"Dengan aplikasi peta digital yang mengukur koordinat jarak dari rumah ke sekolah, tidak bisa terbantah lagi dekatnya jarak yang ada, jadi anak saya pun bisa diterima di SMAN 2 Kota Bekasi melalui jalur zonasi tanpa ada kendala," katanya.

Menurut dia, sistem tersebut terbukti praktis dan efisien untuk memilih sekolah terdekat untuk anaknya.

"Saya tidak perlu lagi mengkhawatirkan ongkos anak menuju sekolah, kan ongkosnya bisa buat keperluan lain," katanya.

Operator PPDB di SMAN 2 Kota Bekasi, Hermanto mengatakan pemanfaatan teknologi ini terasa positif dampaknya bagi sekolah.

"Sekolah lebih diuntungkan melalui pengaplikasian sistem koordinat ini karena tidak ada lagi intervensi warga yang mengaku satu kelurahan atau satu kecamatan. Sebab patokannya adalah jarak yang dihitung melalui aplikasi digital sesuai kondisi ril, apa adanya," katanya.

Menurut dia, hasil seleksi yang ditampilkan aplikasi tersebut dinilai efektif meminimalisasi keberatan dari keluarga calon siswa karena pendaftar kalah bersaing karena selisih jarak ditampilkan secara detail.

"Itu karena saat meng-`input` data ketika pendaftaran, mereka yang langsung menentukan lokasi tempat tinggalnya hingga muncul koordinat yang menghasilkan perhitungan jarak ke sekolah. Jadi tidak ada akal-akalan sama sekali," katanya.

Menurut Hermanto, minat pendaftar memanfaatkan jalur zonasi ke SMAN 2 Kota Bekasi cukup tinggi.

Tercatat dari 497 pendaftar, hampir setengahnya memanfaatkan jalur zonasi, padahal kuota peruntukan jalur ini terbatas.

Namun di sekolah ini, pendaftar yang memanfaatkan jalur keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) justru tidak memenuhi kuota.

"Akhirnya agar tidak ada kursi kosong, jatah jalur KETM yang tidak terisi diperuntukkan bagi pendaftar jalur zonasi," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018