Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyasar sebanyak 184.771 anak dan remaja (usia 7-18 tahun) mulai jenjang SD, SMP dan SMA untuk mendeteksi dini berbagai penyakit.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan program CKG bagi anak dan remaja yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini sebagai deteksi dini penyakit dan sekaligus untuk meningkatkan kesadaran kesehatan.
"Kami meminta seluruh petugas kesehatan untuk turun aktif melakukan pemeriksaan deteksi dini ke siswa-siswi, menjaga kesehatan sejak dini berarti menjaga masa depan bangsa kita," katanya di Banyuwangi, Selasa.
Selain cek kesehatan umum, program CKG ini menitikberatkan pada deteksi dini risiko gaya hidup tidak sehat dan skrining penyakit genetik yang penting untuk masa depan anak-anak Indonesia.
Amir memaparkan jenis cek kesehatan yang dilakukan untuk anak-anak SD sederajat mencakup 13 jenis pemeriksaan, sedangkan remaja yang bersekolah di SMP dan SMA sederajat menjalani 14 jenis pemeriksaan.
Rinciannya, 13 jenis pemeriksaan untuk siswa SD, yakni pemeriksaan telinga, mata, gigi, kesehatan mental, status gizi, hepatitis B, tekanan darah, kadar gula darah, tuberkulosis, kebiasaan merokok (untuk kelas 5-6) serta tingkat aktivitas fisik (untuk kelas 4-6).
Bagi siswa SMP, jenis pemeriksaan yang dilakukan sama seperti siswa SD, tetapi ditambah dengan pemeriksaan talasemia (khusus kelas 7) dan anemia pada remaja putri.
Baca juga: Merauke integrasikan CKG dengan layanan kesehatan rutin di puskesmas
Baca juga: Membebaskan "pasung luka" di tepi belantara Merauke
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025