Bogor, 31/1 (ANTARA) - Kasus dugaan korupsi impor sapi yang menimpa Presiden Partai Keadilan Sejahtera tidak menghalangi tugas dan kerja para anggota DPD PKS Kota Bogor meski dalam keadaan "shock".

"Kami sangat 'shock', tapi kami tetap berusaha tegar melaksanakan tugas dan fungsi kami di DPRD Kota Bogor," kata Yusuf Dardiri anggota DPRD dari Fraksi PKS Kota Bogor saat dihubungi, Kamis.

Yusuf mengatakan, sebagai kader PKS, mereka sudah disiapkan menghadapi situasi terberat sekalipun.

"Kami tetap akan bekerja untuk kemajuan bangsa, menjadi pelayan masyarakat," ujar Yusuf.

Yusuf menyebutkan, pelaksanaan tugas PKS di DPRD tetap berjalan normal. Meski saat ini wakil ketua DPRD Jajat Sudrajat dari PKS tengah menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit.

"Kami anggap ini ujian, kalau ujian makin berat berarti kapasitas dan kualitas kami lebih meningkat dari sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, suasana di DPRD Kota Bogor terlihat tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Menurut anggota DPRD dari Komisi A, Usman Hariman, kasus dugaan korupsi yang menimpa PKS tidak mempengaruhi kinerja DPRD.

"Aktivitas di DPRD normal tidak ada gangguan. Hanya saja kejadian ini jadi pembicaraan saja di gedung DPRD," katanya.

Selaku rekan dari partai berbeda yakni Demokrat, Usman menyebutkan pihaknya menyampaikan prihatin dengan kasus yang menimpa PKS tersebut.

"Tapi kami tetap mengedepankan praduga tidak bersalah. Kami 'support' sepenuhnya, karena sebelumnya di partai kami yang lebih dahulu terkena bahkan menimpa unsur tertinggi di Partai," ujar Usman.

Seperti yang ramai di beritakan, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pemberian rekomendasi kuota impor daging kepada Kementerian Pertanian.

Laily R

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2013