Jakarta (Antaranews Megapolitan) - PT Rekayasa Industri (Rekind) dipercaya untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Rantau Dedap berkapasitas 98,4 MW sebanyak 2 unit.
    
"Rekind terpilih sebagai pemenang tender paket pekerjaan engineering, procurement, and construction (EPC) Geothermal Power Plant dengan kapasitas sebesar 98,4 MW (2 unit) termasuk dengan Steam Gathering System (SGS) Wellpad PLTP Rantau Dedap," kata Plt Direktur Utama Rekind Jakub Tarigan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
    
Proyek yang dijadwalkan selesai dengan target Commercial Operation Date (COD) pada 2020 ini akan berlokasi di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, dan Kota Pagar Alam di Provinsi Sumatera Selatan.
    
Sementara kontrak EPC untuk proyek PLTP Rantau Dedap 98,4 MW (2 unit) antara PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) selaku pemilik proyek dengan konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) dan Fuji Electric Co. Ltd juga telah dilaksanakan di kantor PT Supreme Energy Rantau Dedap, Jakarta, 22 Maret 2018.
    
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh President and Chief Executive Officer PT Supreme Energy Rantau Dedap Supramu Santosa, Plt Direktur Utama Rekind Jakub Tarigan, dan General Manager Sales Department V, Sales Division, Power & Energy Business Group Fuji Electric Co. Ltd., Mr Katsutoshi Shoji.
    
PT Supreme Energy Rantau Dedap merupakan perusahaan patungan (joint venture) yang terdiri dari perusahaan energi global ENGIE, pengembang pembangkit listrik tenaga panas bumi Indonesia Supreme Energy, perusahaan perdagangan dan investasi dari Jepang Marubeni Corporation dan perusahaan utilitas listrik dari Jepang Tohoku Electric Power.
    
"Kami optimistis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, proyek pembangunan PLTP Rantau Dedap ini akan terealisasi sesuai target kualitas, waktu, biaya, spesifikasi dan performa safety. Rekind sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) turut bangga dapat berkontribusi guna pemanfaatan energi panas bumi di wilayah Sumatera Selatan ini sebagai perwujudan kehadiran BUMN di negeri ini,” ungkap Jakub Tarigan.
    
Sebagai perusahaan nasional dalam industri EPC ini, Rekind berharap dapat menjadi penggerak industri nasional, termasuk dalam pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi baru dan terbarukan.
    
Usaha ini juga termasuk memanfaatkan potensi sumber daya nasional yang dimiliki sehingga diharapkan biaya pengembangan PLTP dapat lebih kompetitif.
    
Ia juga berharap kontrak proyek pembangunan PLTP Rantau Dedap ini akan menambah rekam jejak Rekind dalam membangun PLTP.
    
Tercatat, Rekind telah terlibat dalam pembangunan 16 PLTP di Indonesia dengan total kapasitas sebesar 912 MW termasuk dengan Steam Gathering System dan infrastrukturnya, yang mencapai hampir 50 persen dari total kapasitas terpasang di Indonesia.
    
Adapun saat ini total kapasitas terpasang PLTP di Indonesia yang direncanakan sampai akhir 2018 adalah sebesar 2.023.5 MW. (ANT/BPJ).

Pewarta: Hanni Sofia

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018