Bogor (Antara Megapolitan) - Duta Besar Kanada untuk Indonesia, H.E Peter Mac Arthur menghadiri International Seminar on Science (ISS) yang digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor (19-20/10).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Direktorat Riset dan Inovasi IPB; Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI; University of Waterloo Kanada melalui projek Risk Management; Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia (READI); dan PT. Diastika Bioteknindo.

Dalam sambutannya H.E Peter mengungkapkan kegembiraannya dapat membantu pendanaan melalui READI demi terlaksananya seminar ini. Lebih lanjut ia menyampaikan kekagumannya terhadap IPB yang merupakan  salah satu mitra utama perguruan tinggi dari proyek READI, yang bertujuan untuk membangun fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas di Indonesia dengan memperkuat profesi aktuaria negara ini.

Dikatakannya, peran aktuaris dalam penilaian risiko sangat penting di sektor publik dan swasta. Selain itu, peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan READI untuk memperkuat profesi aktuaris dalam stabilitas ekonomi Indonesia.

"Saya sangat terkesan mengetahui bahwa IPB adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memulai program sarjana ilmu aktuaria di Departemen Matematika, pada tahun 2016. Saya senang mendengar bahwa jumlah siswa yang terdaftar untuk program tahun kedua bertambah menjadi dua kali lipat. Ini jelas menunjukkan minat yang tinggi untuk belajar ilmu pengetahuan anti arus," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sarana dan Bisnis IPB, Dr. Arif Imam Suroso berharap dengan acara ini akan ada landasan untuk pendidikan kolaboratif. Kolaborasi dalam penulisan ilmiah dan penelitian, membangun pertemuan ilmiah berkala, dan publikasi jurnal ilmiah dari masing-masing perguruan tinggi yang berpartisipasi.

"Tentu, mengacu pada jurnal yang telah diakui oleh komunitas ilmiah di dunia. Hasil seminar ini akan dipublikasikan di jurnal masing-masing perguruan tinggi di Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Jadi ini menunjukkan bahwa sumberdaya sebenarnya tersedia untuk membangun penelitian dan kolaborasi pendidikan lebih lanjut di ASEAN," ujarnya.

Ketua panitia penyelenggara 4th International Seminar On Science, Dr. Yessie Widya Sari menyampaikan ISS merupakan suatu aktivitas akademik yang diorganisasikan oleh FMIPA IPB. Tahun ini merupakan tahun ke 4 ISS. Organisasi ini merupakan perkumpulan peneliti, dosen, mahasiswa dan praktisi yang tertarik terhadap science.

ISS pertama kali digelar tahun 2013. Saat ini ada 188 peserta yang berkontribusi. Sebanyak 146 peserta mengikuti 4th ISS sebagai oral presentation dan 42 peserta sebagai poster presentation.

Tahun ini the 4th ISS dirancang sebagai satu momentum kegiatan dalam 7th lustrum FMIPA IPB. ISS dihadiri oleh 11 tamu undangan, di antaranya dari Indonesia, Kanada, Japan, India, Australia, Thailand dan Malaysia.(dh)

Pewarta: Humas IPB

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017