Jakarta (Antara Megapolitan-Bogor) - Peserta kompetisi foto dan video 2017 yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membludak hingga ribuan peserta, yang berasal dari Sabang di Provinsi Aceh hingga Merauke, Provinsi Papua.

"Membludaknya peserta ini menjadi salah satu gambaran bahwa proses pembangunan infrastruktur di seantero Indonesia telah banyak diketahui oleh khalayak," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR R Endra Saleh Atmawidjaja ST MSc DEA, di Jakarta, Jumat.

Di sela-sela proses penjurian Kompetisi Foto dan Video Infrastruktur (KFVI) PUPR 2017 dengan tema "Infrastruktur PUPR Untuk Negeri", ia menjelaskan antusiasme peserta kompetisi juga akan membantu masyarakat luas melihat dari dekat proses dan hasil pembangunan infrastuktur PUPR di seantero negeri.

Berdasarkan data di panitia penyelenggara, kata dia, peserta dari berbagai wilayah Nusantara itu, jumlahnya untuk karya fotografi mencapai tidak kurang dari 3.500.

"Sedangkan untuk video, yang baru dilombakan pada tahun 2017 jumlah karya mencapai sebanyak 380 video," katanya.

Namun, mengingat dari ribuan karya foto dan ratusan video itu harus disesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan, maka dilakukan proses kurasi untuk menyeleksi yang memenuhi syarat.

Setelah melalui proses kurasi, maka untuk karya foto yang dinilai oleh dewan juri sebanyak 500-600 karya, sedangkan untuk video diseleksi lagi menjadi 130-an karya.

Menurut Endra Saleh Atmawidjaja proses penjurian itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kompetisi yang ditujukan untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat berbagai hasil pembangunan infrastruktur yang berhasil dilaksanakan oleh pemerintah.

"Sekaligus untuk menyambut Hari Bakti PU 2017 yang akan dilaksanakan pada 3 Desember 2017," katanya.

KFVI PUPR 2017 diumumkan pada 7 Agustus dan ditutup pada Sabtu (14/10) 2017.

Selanjutnya setelah dilakukan proses penjurian, pemenang lomba akan diumumkan pada 27 Oktober 2017.

Beberapa juri foto yang terlibat di kompetisi tersebut antara lain Kepala Divisi Museum & Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA) yang juga pendiri organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Oscar Motuloh, Kepala Divisi Foto dan Artistik Media Indonesia Haryanto, dan redaktur foto senior Ijar Karim.

Sedangkan juri kompetisi video adalah Wregas Bhanuteja, sutradara film "Prenjak", film pendek terbaik di Semaine de la Critique 2016, Cannes, Prancis dan Citra Award for Best Short Film; Maya Award for Best Short Film 2015.

Selain itu, Dwi Sujanti Nugraheni, pendiri Festival Film Dokumenter Yogyakarta dan pengajar film dokumenter di Jogja Film Academy, serta Kusen Dony, pengajar Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta.

Karya para pemenang lomba akan dipamerkan pada 6-13 November 2017 di Mall Gandaria City, Jakarta, termasuk sekitar 60-an karya lainnya yang dinilai memenuhi syarat untuk dipamerkan kepada masyarakat luas.

Anggota juri dalam kompetisi itu untuk bidang foto Oscar Motuloh menilai bahwa infrastruktur adalah objek yang dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang pembangunan.

"Bagaimana masyarakat bisa melihat aspek-aspek arsitektural berbagai bangunan seperti jalan tol, rumah susun, rumah untuk nelayan, serta irigasi dengan nilai-nilai humanis itu menarik dari aspek fotografi," katanya.

Ada tiga kategori KFVI PUPR 2017, yakni pertama, kategori foto berwarna infrastruktur PUPR, di mana juara 1 akan mendapat hadiah uang senilai Rp20 juta, juara 2 senilai Rp15 juta, dan juara 3 senilai Rp10 juta.

Kedua, kategori foto hitam putih infrastruktur PUPR dengan nominal yang sama untuk hadiah juara 1, 2, dan 3, sedangkan ketiga, untuk kategori video infrastruktur PUPR (durasi 3-4 menit), juara 1 akan meraih hadiah senilai Rp30 juta, juara 2 senilai Rp25 juta, dan juara 3 senilai Rp20 juta. (ANT/BPJ).

Pewarta: Andi Jauhari

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017