Sukabumi (Antara Megapolitan) - Empat jenis batik Sukabumi juga sudah mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yakni corak Masagi, Candramawat, Leungli dan Makara.

Batik asal Sukabumi, Jawa Barat saat ini sudah semakin mendunia karena memiliki kualitas yang tidak kalah dari berbagai daerah di Indonesia seperti Solo, Cirebon dan lain-lain.

"Batik khas Sukabumi ini sudah diekspor ke berbagai negara Malta, Jepang, Yunai, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya di Eropa serta Asia," kata pemilik gerai batik Sukabumi Lokatmala Fonna Melania di Sukabumi, Senin.

Bahkan, batik dari Sukabumi ini tidak hanya digemari oleh kaum tua, tetapi sudah menjalar ke kaum muda karena mempunyai corak yang khas dan unik dibandingkan dengan batik dari daerah lain.

Menurutnya, kebanyakan permintaan dari luar negeri corak batiknya bernuansa kujang atau senjata khas Sunda. Sementaa untuk pasar lokal atau dalam negeri kebanyakan coraknya garuda mupuk.

"Harga batik yang kami jual cukup terjangkau yakni mulai Rp125 ribu hingga Rp2 juta. Konsumen bisa membeli sesuai dengan keinginannya baik yang dicetak atau tulis," tambahnya.

Fonna mengatakan pihaknya tidak hanya menjual dan memproduksi batik khas Sukabumi ini saja, tetapi memberikan kursus atau pelatihan bagi siapapun yang ingin memperdalam ilmu membatik khususnya dalam mencating.

Keberadaan industri batik ini juga ikut memberdayakan masyarakat sekitar karena produksinya membutuhkan tenaga kerja serta bisa menciptakan wirausahawan baru.

Sementara, Wali Kota Sukabumi M Muraz mengatakan pihaknya juga ingin membumikan batik Sukabumi ini, apalagi turut membantu meningkatkan kesajhteraan masyarakat. Bahkan beberapa pejabat nasional bahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pun sering menggunakan batik khas Sukabumi.

"Batik Sukabumi bisa menjadi ikon daerah ini, kami pun pemerintah terus berupaya mempromosikan dan ikut memasarkan baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Pewarta: Aditya A Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017