Karawang (Antara Megapolitan) - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat sekitar 98 persen pasien yang berobat ke rumah sakit tersebut menggunakan program pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Sekarang ini, sebagian besar pasien RSUD Karawang merupakan peserta BPJS Kesehatan," kata Direktur Utama RSUD setempat Asep Hidayat Lukman kepada Antara di Karawang, Selasa.

Ia mengatakan, pada awalnya antara pasien BPJS Kesehatan dengan pasien umum yang berobat ke RSUD Karawang perbandingannya mencapai 70:30. Tapi kini sekitar 98 persen pasien RSUD Karawang merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Menurut dia, kondisi itu tidak hanya terjadi di RSUD Karawang. Sejumlah pasien yang berobat ke rumah sakit swasta di Karawang juga dikabarkan melayani mayoritas pasien dari BPJS Kesehatan.

Asep mengatakan, rata-rata pasien di RSUD Karawang mencapai 1.000 pasien per hari. Jumlah itu ialah pasien rawat inap dan rawat jalan.

Selama tiga bulan terakhir ini, kata dia, pasien rawat inap dan rawat jalan yang berobat ke RSUD Karawang mencapai 103.000 pasien.

"Dari jumlah itu, mayoritas merupakan pasien yang menggunakan pelayanan BPJS Kesehatan. Hanya sebagian kecil saja pasien umum," katanya.

Ia memperkirakan, cukup mendominasinya pasien program pelayanan BPJS Kesehatan yang berobat ke RSUD, itu terjadi akibat semakin banyaknya masyarakat Karawang yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

"Kalau kami tidak masalah, meski mayoritas pasien yang berobat itu merupakan peserta BPJS Kesehatan. Sebab kami akan selalu melayani tanpa memilih pasien BPJS atau pasien umum," kata dia.

Pewarta: M. Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017