Bekasi (Antara) - Puluhan sopir dan pengusaha angkutan umum minibus K01A trayek Cikarang-Terminal Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa menolak penertiban trayek oleh pemerintah setempat, Selasa.

" Akibat pelarangan tarik penumpang di stasiun Kota Bekasi oleh Dishub Kota Bekasi, penghasilan harian kami berkurang hingga lima puluh persen, karena memang penumpang banyak dari stasiun," kata salah satu demonstran Sugiyanto di Bekasi.

Demo kali ini dipusatkan di depan kompleks perkantoran Pemerintah Kota Bekasi Jalan Ahmad Yani, Selasa siang.

Kendaraan angkot berupa elf berwarna biru diparkir sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga memakan dua lajur jalan, sementara konsentrasi massa demonstran yang terpusat di depan kantor Pemkot Bekasi mengakibatkan lalu lintas kendaraan tersendat.

Dikatakan Sugiyanto, tuntutan massa pada aksi demonstrasi kali ini masih sama, yakni diperbolehkannya sopir K 01A menarik penumpang hingga Stasiun Kota Bekasi.

Ia menyebutkan, dengan menarik angkotnya hingga Stasiun Kota Bekasi, dalam satu rit penghasilan yang diperolehnya bisa mencapai Rp100 ribu, namun jika sesuai rute, yakni Terminal Induk Kota Bekasi-Terminal Cikarang, pendapatan yang dikumpulkannya hanyaa berkisar Rp50 ribu.

"Pastinya untuk menutup setoran sebesar Rp70 ribu juga tidak cukup, apalagi dapat lebihnya untuk dibawa pulang," katanya.

Sugianto, selama tuntutan sopir belum dipenuhi Pemerintah Kota Bekasi, sebanyak 380 armada K 01A kompak akan menghentikan operasionalnya.

"Kalau tuntutan ini masih tidak mendapat persetujuan pemerintah, kami akan tetap mogok operasi," katanya.

Aksi demo berjalan tertib dengan kawalan petugas kepolisian serta Satpol PP , sementara perwakilan demonstran masih berdialog dengan dishub Kota Bekasi.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017