Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat mencairkan pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) senilai Rp4,4 miliar untuk membangun tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang Pasar Leuwiliang yang lapaknya hangus terbakar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin, di Cibinong, Bogor, Senin, menjelaskan anggaran tersebut akan digunakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) untuk membangun sebanyak 1.033 TPS.

“Sudah cair dan mulai hari ini Disdagin membangun 1.033 lapak para pedagang,” ujar Burhan.

Baca juga: Relokasi pedagang Pasar Leuwiliang ditunda tunggu hasil kajian selesai
Baca juga: Pemkab Bogor target selesaikan bangun TPS pedagang Pasar Leuwiliang November

Ia menekankan bahwa pembangunan 1.033 TPS di Pasar Leuwiliang itu dapat diselesaikan dalam waktu 30 hari ke depan, sehingga para pedagang terdampak kebakaran bisa segera kembali berjualan.

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga Harris Setiawan menjelaskan bahwa lokasi TPS Pasar Leuwiliang berada di Jalan Lingkar yang ada di dalam Pasar Leuwiliang. Ia meyakini lokasi tersebut merupakan tempat terbaik untuk menampung sementara para pedagang.

“Lokasi TPS Pasar Leuwiliang berada di Jalan Lingkar yang ada dalam pasar saat ini (area parkir),” ujar Harris.

Baca juga: Pemkab Bogor siapkan penampungan sementara untuk para pedagang Pasar Leuwiliang

Peristiwa kebakaran ratusan lapak pedagang sembako, buah, dan pakaian di Pasar Leuwiliang itu dilaporkan terjadi mulai Rabu (27/9) sekitar pukul 20.00 WIB hingga Kamis pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan data Disdagin Kabupaten Bogor, dari sebanyak 590 kios yang ada di Pasar Leuwiliang, 550 kios di antaranya hangus terbakar. Kemudian, dari los berjumlah 641 lapak, sebanyak 580 lapak di antaranya ikut terbakar.

Tak hanya itu, peristiwa kebakaran yang berlangsung lebih dari 12 jam itu, juga menghanguskan 450 lapak awning dan 35 lapak pedagang kaki lima (PKL).

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023