Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan tempat pengelola dan pemrosesan akhir sampah (TPPAS) Lulut-Nambo di Kabupaten Bogor beroperasi tahun ini.
"Kami targetkan TPPAS itu akhir tahun sudah beroperasi," kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin saat meninjau lokasi TPPAS di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa.
TPPAS Lulut-Nambo akan difungsikan untuk mengelola 40 persen sampah di wilayah Bogor Raya meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Depok, serta wilayah Tangerang Selatan, Banten.
Baca juga: Gubernur Jabar: TPPAS Lulut Nambo jadi solusi persoalan sampah di Depok
Baca juga: Legislator Jabar dorong pengoperasian TPPAS Lulut Nambo di tahun 2023
TPPAS Lulut-Nambo dalam sehari dapat mengelola sebanyak 1.600 ton sampai dengan 2.000 ton sampah dari Bogor Raya dan Tangerang Selatan yang menghasilkan refuse derived fuel (RDF).
Menurut Bey untuk tahap awal sampah yang akan dikelola hanya dari Kota Depok, karena Pemerintah Kota Depok telah menjalin kerja sama.
"Dari Depok dulu ya. Sesuai perjanjian kerja sama (PKS)," ungkap Bey.
Baca juga: DLH Jabar belum bisa pastikan pengoperasian TPPAS Lulut Nambo
Ia menjelaskan pembangunan TPPAS Lulut-Nambo dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama saat ini pengerjaannya sudah mencapai 87 persen dan diperkirakan baru bisa mengelola 50 ton sampah per hari.
Bey berharap ada perusahaan swasta yang tertarik untuk berinvestasi di TPPAS Lulut-Nambo sehingga dapat mendorong lebih cepat operasionalnya.
"Memang hanya 50 ton tapi saya yakin kalau ini berjalan akan bergulir dan ini tempatnya sudah didukung dengan investor yang cukup baik, juga luas tempatnya. Saya mendorong untuk segera dioperasikan," tuturnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023
"Kami targetkan TPPAS itu akhir tahun sudah beroperasi," kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin saat meninjau lokasi TPPAS di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa.
TPPAS Lulut-Nambo akan difungsikan untuk mengelola 40 persen sampah di wilayah Bogor Raya meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Depok, serta wilayah Tangerang Selatan, Banten.
Baca juga: Gubernur Jabar: TPPAS Lulut Nambo jadi solusi persoalan sampah di Depok
Baca juga: Legislator Jabar dorong pengoperasian TPPAS Lulut Nambo di tahun 2023
TPPAS Lulut-Nambo dalam sehari dapat mengelola sebanyak 1.600 ton sampai dengan 2.000 ton sampah dari Bogor Raya dan Tangerang Selatan yang menghasilkan refuse derived fuel (RDF).
Menurut Bey untuk tahap awal sampah yang akan dikelola hanya dari Kota Depok, karena Pemerintah Kota Depok telah menjalin kerja sama.
"Dari Depok dulu ya. Sesuai perjanjian kerja sama (PKS)," ungkap Bey.
Baca juga: DLH Jabar belum bisa pastikan pengoperasian TPPAS Lulut Nambo
Ia menjelaskan pembangunan TPPAS Lulut-Nambo dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama saat ini pengerjaannya sudah mencapai 87 persen dan diperkirakan baru bisa mengelola 50 ton sampah per hari.
Bey berharap ada perusahaan swasta yang tertarik untuk berinvestasi di TPPAS Lulut-Nambo sehingga dapat mendorong lebih cepat operasionalnya.
"Memang hanya 50 ton tapi saya yakin kalau ini berjalan akan bergulir dan ini tempatnya sudah didukung dengan investor yang cukup baik, juga luas tempatnya. Saya mendorong untuk segera dioperasikan," tuturnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023