Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan memaksimalkan pendapatan asli daerah dari sektor perikanan menyusul masih rendahnya realisasi pendapatan di sektor tersebut.

"Kami akan menggali potensi yang ada di sektor perikanan untuk mengejar target pendapatan di sektor perikanan," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karawang Ade Sudiana di Karawang, Jabar, Selasa.

Hingga Oktober 2022, realisasi pendapatan asli daerah dari sektor perikanan yang digarap Dinas Perikanan Karawang baru mencapai 26 persen.

"Dari target pendapatan asli daerah Dinas Perikanan Rp775 juta, kini baru terealisasi 26 persen atau sekitar Rp200 juta," ujarnya.

Baca juga: Realisasi PAD sektor perikanan di Karawang masih cukup rendah
Baca juga: Dinas Perikanan Karawang siapkan lahan tambak air payau budidaya nila dan udang

Pendapatan asli daerah sektor perikanan tersebut bersumber dari penarikan retribusi tempat pelelangan ikan (TPI) dan Balai Benih Ikan (BBI).

Ia menyampaikan, di wilayah Karawang ada 13 tempat pelelangan ikan (TPI) yang tersebar di sejumlah titik pesisir utara Karawang.

Diakuinya, potensi pendapatan dari TPI itu belum maksimal, sehingga pihaknya akan memaksimalkan pendapatan asli daerah agar target pendapatan di sektor perikanan yang mencapai sekitar Rp775 juta bisa tercapai hingga akhir tahun nanti.

Baca juga: Potensi ikan bandeng di Karawang cukup besar dan bagus

Selain dari TPI, Ade juga mengaku akan berupaya menggali potensi serapan retribusi baru pada Dinas Perikanan Karawang, di antaranya ialah potensi pendapatan dari tambak yang saat ini belum dikelola dengan baik.

"Dilihat dari potensi yang ada, kami optimistis target pendapatan bisa tercapai," katanya.

Pewarta: M Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022