Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama, dan Hubungan Alumni IPB Profesor Dodik Ridho Nurrochmat mengemukakan potensi keuntungan atau profit yang dihasilkan petani buah cukup menjanjikan ke depan dengan kesadaran masyarakat yang meningkat untuk makan buah.

"Jadi ini mudah-mudahan ke depan (festival buah dan bunga) bisa tahunan lagi yang kontinu sebagaimana disampaikan oleh Pak Wali Kota. Kenapa bunga dan buah ini nanti mungkin kawan yang lain bisa juga memberikan penjelasan adalah salah satu komoditas yang menghasilkan potensi profit tertinggi di bidang pertanian," ujar Profesor Dodik seusai menghadiri Festival Buah dan Bunga Nusantara 2022 di Alun-alun Kota Bogor, Jawa Barat, umat.

Profesor Dodik mengatakan kesadaran masyarakat Indonesia untuk makan buah mengalami kenaikan karena wawasan kesehatan yang juga meningkat, sehingga potensi pasar pun terbuka lebar.

Baca juga: IPB-Pemkab Bogor akan selenggarakan FBBN 2019 di Stadion Pakansari

Dikatakannya, hasil dari keliling ke beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali kini sudah ada lahan-lahan yang ditanami buah dibanding dengan kayu.

Berbagai inovasi dapat dilakukan petani, kata dia, salah satunya dengan teknologi bioteknologi kultur jaringan untuk menghasilkan buah yang jauh lebih manis, ukuran cukup optimal dan segar. Perkembangan pertanian buah Indonesia sudah cukup baik dari sisi inovasi untuk bersaing dengan buah-buah impor.

Profesor Dodik pun mengungkapkan, dengan lahan Indonesia yang berada di wilayah tropis justru memiliki keunggulan dalam hal pertanian. Walaupun, menurutnya lahan daratan Indonesia tidak terlalu luas sekitar 190 juta hektare, sementara jumlah penduduknya mencapai 270 juta jiwa sehingga jika dibagi rata satu orang penduduk hanya dapat memiliki sekitar 0,7 hektare.

Baca juga: Florikultura Indonesia Diharapkan Tambah Pad Kota Bogor

Dari 190 juta hektare, jumlah lahan pertanian sekitar 20 persen atau 40 juta hektare dan harus dimanfaatkan secara produktif, salah satunya dengan buah dan bunga.

"Kalau saya pengalaman minggu kemarin dengan berbagai petani ya, ada yang tanam durian, alpukat, nanas dan macam-macam, itu setidaknya 1 hektare itu dapat Rp500 juta per tahun," ungkapnya.

Profesor Dodik mengajak petani-petani Indonesia, khususnya petani muda giat menanam buah dengan keseriusan agar mendapatkan penghasilan cukup tinggi.

Baca juga: Bogor Gelar Karnaval Buah Indonesia 20 Desember

"Kalau penghasilan Rp500 juta per tahun tidak kurang Rp40 juta per bulan, 10 kali lipat dari UMR," ujarnya.

Wakil Rektor IPB itu berharap dengan pemahaman yang semakin baik dan contoh-contoh kongkret petani buah yang berhasil di lapangan, banyak anak-anak muda mau menjadi petani yang produktif.

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022