Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendapat tawaran dari Rektor Tongmyong University, Busan, Korea Selatan, untuk membangun Universitas Muhammadiyah di "Negeri Ginseng" tersebut.

Tawaran tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anif setelah kunjungannya ke Korea Selatan beberapa waktu lalu. Sebelumnya, kunjungan UMS ke Korsel untuk memperpanjang nota kesepahaman kerja sama dengan Youngsan University dan Tongmyong University.

"Alhamdulillah, kerja sama kami lebih meluas, bukan saja perpanjangan kontrak kerja sama antarperguruan tinggi. Bahkan oleh Rektor Tongmyong University, kami secara khusus ditawari membuka universitas di Busan," ujar Sofyan Anif dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan Muhammadiyah bukan hanya hadir secara kelembagaan, tetapi hadir di berbagai belahan dunia melalui lembaga pendidikan, seperti di Malaysia, dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan Muhammadiyah Australian College (MAC) di Australia.

Di acara jamuan dengan Rektor Tongmyong University, Jeung Hong Sub, ia menjelaskan Muhammadiyah telah berdiri di Seoul, yaitu Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Korsel.

Selain itu, ada rencana untuk mendirikan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) di Busan.

"Ada 160 lebih PTM/A (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) di seluruh Indonesia, juga ada UMAM (Universiti Muhammadiyah Malaysia) di Malaysia," kata dia.

Setelah kunjungan ke Korea Selatan, rencananya Sofyan akan mengundang Jeung Hong Sub ke UMS untuk memberikan orasi ilmiah di acara puncak Milad Ke-64 UMS pada 24 Oktober 2022.

"Beliau sangat serius tentang ini, dan bersedia datang ke Indonesia," kata dia.

Baca juga: Universitas Muhammadiyah Sukabumi kembali gelar vaksinasi massal untuk umum
Baca juga: Mahasiswi IPB dirikan Xchange Hamada, berangkatkan 50 pemuda ke luar negeri

Pewarta: Asep Firmansyah

Editor : Riza Harahap


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022