Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Budi Sylvana mengatakan, saat ini memasuki periode kritis haji sehingga jamaah diimbau untuk beristirahat menjelang puncak haji di Arafah, Muzdhallifah dan Mina (Armuzna).

"Kami minta jamaah paling tidak tiga hari menjelang Armuzna perbanyak istirahat di hotel. karena apa, tubuh butuh istirahat dulu sebelum memasuki Armuzna," kata Budi di Mekkah, Rabu.

Dia mengatakan, di Armuzna butuh kesiapan fisik yang sangat dominan kuat,jamaah juga terus diingatkan untuk banyak minum karena cuaca

"Perbanyak minum jangan tunggu haus. gunakan alat pelindung diri seperti payung, pelembab agar terjaga. Pakai kacamata biar mata tetap sehat," katanya.

Menurut dia paling penting bagi jamaah yang punya komorbid (penyakit penyerta) untuk memberi tahu petugas dan jangan lupa minum obat jangan sampai lalai, terutama yang punya komorbid jantung.

Baca juga: Jamaah haji risti heat stroke dipakaikan rompi penurun suhu di Armuzna
Baca juga: Jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Arafah mulai 8 Dzulhijjah
Baca juga: PPIH sebut persiapan puncak haji di Armuzna capai 75 persen

Menghadapi periode kritis haji, Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Mekkah melakukan skrining ulang terhadap semua jamaah calon haji di Tanah Suci terutama yang berisiko tinggi (risti).

"Kita lakukan medical chek up ulang dan lengkap di KKHI yang dilakukan dokter spesialis," tambah dia.

Tujuan skrining ulang tersebut agar semua jamaah sewaktu memasuki kritikal periode Armuzna mereka betul-betul siap lakukan ibadah.

Bagi yang dinyatakan secara medis kurang memenuhi syarat untuk melakukan ritual Armuzna, mereka akan disafariwukufkan.

Pewarta: Desi Purnamawati

Editor : Riza Harahap


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022