Tim nasional karate Indonesia berhasil memperoleh tiga medali emas pada SEA Games Vietnam sesuai target yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ferderasi Olahraga Karate Do Indonesia (PB Forki) Raja Sapta Ervian mengatakan pihaknya sangat bersyukur atas capaian ini karena pada hari kedua pelaksanaan pertandingan sudah mampu mencapai target yang ditetapkan pemerintah.

“Kita masih berpeluang untuk tambah medali, karena besok ada tiga nomor andalan lagi yakni kata beregu putra, kumite beregu putra, dan kumite beregu putri,” kata Raja Sapta kepada ANTARA setelah upacara penghormatan pemenang, di Pusat Olahraga Provinsi Ninh Binh, Vietnam, Kamis.

Sampai saat ini, Tim Karate Indonesia sudah mengumpulkan tiga medali emas, enam perak, dan dua perunggu.

Tiga medali emas disumbangkan Ahmad Zigi Zaresta Yuda pada nomor kata perorangan, Ari Saputra kumite 60 Kg, dan Cok Istri Agung S kumite -55 Kg putri.

Sedangkan enam medali perak disumbangkan Devina Dea kumite -62 Kg, Tebing Hutapea kumite -67 Kg, Ceyco Georgia H pada kumite -68 Kg putri, Ignatius Joshua Kandou kumite -75 Kg, Dessynta pada nomor kumite +68 Kg, dan Tim Beregu Kata Putri Indonesia yang diperkuat Krisda Putri Aprilia, Emilia Sri Hanandyta dan Dian Monika.

Kemudian dua perunggu diraih Sharon Ririheha pada kumite -50 Kg dan Krisda Putri Aprilia pada kata peseorangan.

Menurutnya capaian itu tak lepas dari kerja keras dari atlet dan pelatih untuk menghadapi ajang dua tahunan tingkat regional Asia Tenggara ini.

“Ini berkat kerja keras atlet dan program kerja baik. Memang kami melihat perjuangan mereka sangat nyata untuk Merah Putih,” kata Raja.

Ia mengatakan PB Forki menyiapkan atlet cukup matang untuk menghadapi SEA Games dengan menjalankan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang dari tahun 2019.

Pelatnas hanya sempat berhenti beberapa waktu karena adanya pandemi, namun sejak awal tahun 2021 sudah berjalan kembali.

Baca juga: Klasemen SEA Games: Indonesia naik ke posisi empat geser Singapura

Selain menempah atlet dalam program latihan yang ketat, PB Forki juga menyiapkan lawan tanding dari luar negeri khusus untuk SEA Games kali ini, yakni dengan mendatangkan atlet-atlet dari Kazakstan dan Australia.

“Yang jelas tim yang sudah ada ini harus dibina dan dipertahankan,” kata dia.

Ke depan, setelah SEA Games Vietnam, ia menambahkan, PB Forki akan melanjutkan Pelatnas ini untuk menyiapkan atlet bertanding di Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, Islamic Solidarity Games dan menjadi tuan rumah salah satu Kejuaraan Dunia di Indonesia, serta kembali menyiapkan tim ke SEA Games 2023.

Manajer Timnas Karate Indonesia Yusran Arief menambahkan keberhasilan ini tak lain berkat baiknya sistem perekrutan atlet nasional.

Atlet-atlet terpilih merupakan para juara Pekan Olahraga Nasional dan Seleksi Nasional sehingga timnas dihuni oleh karateka-karateka terbaik di Indonesia.

“Jika program pembinaan prestasinya bagus maka hasil di lapangan akan bagus, itu saja kuncinya,” kata dia.

Termasuk menjadi tak masalah ketika Timnas diperkuat oleh hampir separuhnya atlet muda dan debutan SEA Games asalkan menjadi yang terbaik di Indonesia.

“Contohnya Dessynta, dia baru pertama ikut SEA Games tapi sudah bisa sumbang perak,” kata dia.

Baca juga: Tim Karate Indonesia Digembleng Di Jepang Dan Prancis
Baca juga: Forki datangkan atlet karate Kazakhstan uji tanding jelang SEA Games Hanoi

Pewarta: Dolly Rosana

Editor : Riza Harahap


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022