PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk membagikan 32 hewan kurban berupa 29 ekor sapi dan tiga ekor kambing untuk masyarakat di sekitar Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada perayaan Idul Adha 1442 Hijriah.

 "Ada sebanyak 29 ekor sapi dan tiga ekor kambing kurban pada Idul Adha 1442 Hijriah untuk masyarakat yang ada di sekitar wilayah operasional Kompleks Pabrik Citeureup, termasuk di Head Office Jakarta," kata Direktur dan sekretaris Perusahaan Indocement  Oey Marcos dalam penjelasan di Bogor, Selasa.

Baca juga: Indocement kurban 29 sapi dan tiga kambing untuk desa mitra di Bogor

Ia menjelaskan hewan kurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat di 12 desa mitra Indocement melalui Masjid As-Salam Citeureup, Pemerintah Kecamatan Gunung Putri, Kecamatan Klapanunggal, Kecamatan Citeureup, dan Kelurahan Setiabudi, serta Masjid Al-Amal Setiabudi.

"Hewan kurban ini dibeli dalam kerangka program 'local purchase' (pembelian lokal) dari peternak lokal yang berada di sekitar Citeureup. Ini didistribusikan kepada warga yang membutuhkan, terutama yang terdampak COVID-19 saat ini," terang Oey Marcos.

Selain di Kompleks Pabrik Citeureup dan Head Office Jakarta, PT Indocement juga menyalurkan hewan kurban di cabang pabrik lainnya di Indonesia, seperti di Palimanan, Kabupaten Cirebon, Indocement menyerahkan total 156 ekor domba yang didistribusikan kepada masyarakat di 14 desa mitra, unsur muspika, dan 14 pesantren mitra perusahaan.

Baca juga: Indocement Sumbang 210 Hewan Kurban Untuk Desa

Kemudian di Tarjun, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Indocement mendistribusikan total 12 ekor sapi yang dibagikan untuk masyarakat dari 10 desa mitra, masyarakat yang berada di sekitar "water treatment plant" Cantung/Sei Kupang, dan untuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotabaru.

Selanjutnya, Indocement juga memberikan enam ekor domba kepada masyarakat di sekitar Terminal Batubara Cigading, Cilegon, Provinsi Banten.

Ia menyebutkan bahwa Indocement menyadari bahwa pembagian hewan kurban ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dalam masa sulit di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Indocement Sumbang 500 Hewan Kurban Desa Binaan

"Di masa pandemi ini rasa sosial harus ditingkatkan dan peduli terhadap lingkungan sekitar sebagai manifestasi nyata dari wujud solidaritas dan kebersamaan," katanya.

"Gotong royong dan saling bahu membahu antara sesama merupakan sikap positif yang seharusnya dijadikan sebagai modal fundamental untuk membangun optimisme kolektif segenap elemen masyarakat untuk dapat bangkit kembali dari keterpurukan yang terjadi akibat Pandemi COVID-19," demikian Oey Marcos.

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021