Sukabumi, (Antara Megapolitan) - Musim kemarau panjang menyebabkan sebagian warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sulit mendapatkan air bersih, bahkan hingga saat ini kekeringan terus meluas.

"Awalnya hanya lima kecamatan saja yang melaporkan terkena dampak kekeringan, tetapi sekarang bertambah dua kecamatan lagi yang melapor bahwa daerahnya juga kekeringan khususnya warganya kesulitan mendapatkan air bersih," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Usman Susilo di Sukabumi, Senin.

Adapun daerah yang melaporkan kekeringan antara lain Kecamatan Palabuhanratu, Bantargadung, Warungkiara, Ciracap, dan Gegerbitung. Kemudian dua daerah lainnya yang baru saja melaporkan kekeringan adalah Kecamatan Sagaranten dan Cimanggu. Di daerah tersebut warga sudah sulit mendapatkan air bersih, karena sumber air sudah mulai mengering.

Menurutnya, untuk mengurangi beban warga untuk mendapatkan air bersih pihaknya berupaya menyalurkan air bersih ke lokasi-lokasi yag diprioritaskan. Dan sampai saat ini baru dua kecamatan saja yang mendapatkan bantuan tersebut yakni Kecamatan Palabuhanratu dan Bantargadung, sementara dua lima kecamatan lainnya dalam waktu dekat akan disalurkan.

"Dalam menyalurkan air bersih ini kami juga mendapatkan hambatan karena tidak memiliki tanki air bersih, sehingga kami berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Sukabumi untuk menyalurkan air ke pemukiman warga," tambahnya.

Sementara, Humas PMI Kabupaten Sukabumi, Atep Maulana mengatakan pihaknya saat ini fokus terhadap penyaluran air ke daerah-daerah yang berada di pelosok. Ini dilakukan karena menurut informasinya banyak warga yang tinggal di pelosok seperti Kecamatan Ciracap harus mengambil air bersih hingga beberapa kilometer.

Pewarta: Aditya A Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015