Inggris akan terbebas dari virus corona pada Agustus, kata ketua satgas COVID-19 Clive Dix kepada surat kabar Daily Telegraph pada Jumat (7/5).

"Suatu saat pada Agustus, kita tidak akan melihat virus itu beredar di Inggris Raya," kata Dix, menambahkan bahwa dirinya yakin penggalakan program vaksin dapat ditekan lagi pada awal 2022.

Pemerintah sedang melihat vaksin-vaksin COVID-19 mana yang akan memberikan manfaat terbaik pada kelompok rentan akhir tahun ini.

Baca juga: Ulama Inggris mengajak muslim Indonesia berkontribusi di tataran global

Dix mengatakan kepada Telegraph bahwa ia berharap semua orang di Inggris Raya telah divaksin, paling tidak satu dosis, pada akhir Juli, saat "kita mungkin telah melindung penduduk dari semua varian yang dikenal."

Inggris Raya telah memberikan lebih dari 51 juta dosis vaksin, sekaligus menjadi negara tercepat kedua yang menyuntikkan dosis pertama pada sedikitnya separuh populasi orang dewasa di negara itu.

Baca juga: Indonesia menerima 6,48 juta vaksin COVID-19 Sinovac dan Sinopharm

Pejabat Inggris menyebutkan bahwa orang-orang berusia 40 tahun ke bawah, jika memungkinkan, musti ditawari alternatif selain vaksin COVID-19 Oxford/AstraZeneca karena ada risiko kecil soal pembekuan darah.

Baca juga: Indeks saham FTSE 100 Inggris berakhir naik 0,52 persen

Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) menyebutkan saran tersebut mencerminkan rendahnya jumlah infeksi COVID-19 di Inggris dan tersedianya vaksin-vaksin lain --produksi Pfizer dan Moderna.

Dix, yang pada Desember tahun lalu ditunjuk sebagai ketua sementara satgas COVID, mundur dari posisinya pekan lalu.

Sumber: Reuters.

Pewarta: Asri Mayang Sari

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021