Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) memperkenalkan dua bisnis baru yang diandalkan, yaitu BUMN Research Group (BRG) dan Business Research Insights for Developing Great Executives (BRIDGE).

Kepala LM FEB UI, Dr. Willem Makaliwe dalam keterangannya, Jumat, mengatakan LM FEB UI mempunyai tiga pilar, yakni consulting, assessment, and training yang menjadi sumber pemasukan.

Hasil pemasukan tersebut katanya digunakan untuk mengembangkan dua unit bisnis riset baru dan terdepan, yaitu BUMN Research Group, yang menggunakan semua database dan analisis untuk mendukung kemajuan BUMN dan sudah berjalan sejak tahun lalu.

Baca juga: Dosen FEB UI: Pandemi COVID-19 berikan dampak buruk pelaku usaha mikro

Kedua, BRIDGE, unit bisnis riset terbaru untuk menjembatani dunia akademis dengan bisnis, melalui hasil penelitian yang ada dalam jurnal-jurnal internasional. Pengalaman dari negara lain dipakai untuk membantu dunia usaha belajar dari kasus tersebut dan nantinya bisa diterapkan dalam dunia nyata.

Team Leader Kajian Jurnal Bisnis dan Manajemen Riani Rachmawati memaparkan bahwa BRIDGE yang ber-tagline ‘Bridging classrooms and workplaces’ bertujuan menjembatani diskusi-diskusi akademik yang terjadi di ruang kelas (dalam bentuk publikasi) dengan pengalaman para eksekutif.

Tim sementara yang terbentuk, terdiri dari Riani Rachmawati, Thamrin PH Simanjuntak, Sumiyanto, Mone Stepanus, Yendra Emirsyah Kivatra, dan Shona Kamila Laily.

BRIDGE, antara lain mempromosikan diskusi bisnis dan manajemen yang sedang berkembang, mengembangkan pola tema yang muncul dalam jurnal/ulasan bisnis/manajemen yang kredibel, dan menyebarkan hasil serta memulai diskusi antara akademisi dan profesional.

Baca juga: Mandiri Sekuritas beri edukasi mahasiswa FEB UI tentang pasar modal

Dr. Yasmin Nasution selaku Head of BRG menjelaskan BRG merupakan unit strategis di bawah LM FEB UI yang bertujuan menghasilkan kajian dan publikasi dari aspek akademis dan praktis, serta berkontribusi terhadap pengembangan daya saing BUMN di Indonesia.

Beberapa kajian dalam kurun waktu terakhir yang sudah dihasilkan, meliputi Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) industri penerbangan Indonesia, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN, pemetaan misi komersil dan sosial BUMN, serta penerbitan buku terkait pengelolaan BUMN.

Lebih lanjut Yasmin mengatakan BRG melakukan aktivitas pengembangan kapasitas BUMN, yakni dengan memberikan opini independen terkait permasalahan/isu strategis yang dihadapi oleh BUMN, juga sebagai wadah untuk publikasi hasil kajian independen tentang BUMN, yang bersumber dari expert internal LM FEB UI ataupun dari research fellow (dalam dan luar negeri), serta sebagai enabler untuk mendukung kegiatan LM FEB UI di lingkungan BUMN.

Baca juga: FEB UI miliki Manajemen Industri Penerbangan

BRG akan terus menghasilkan karya berguna demi meningkatkan daya saing BUMN dan menjadi jembatan antara dunia akademis dengan dunia praktis. Selain itu, BRG diharapkan dapat memberikan solusi, baik pada manajemen, pengambil kebijakan, dan berbagai stakeholder di lingkungan BUMN.

Deputy Head of BRG Arza Faldy Prameswara, S.E., M.M. menambahkan BRG akan terus melakukan update data kinerja, studi literatur, dan referensi yang mencakup, tak hanya Indonesia, namun juga pengalaman mengelola BUMN dari negara lain.

Dari sisi knowledge management, BRG sudah menghasilkan beberapa kajian isu terkini yang berhubungan dengan Covid-19, kajian independen studi benchmarking BUMN di berbagai negara Asia sebagai insight dari sisi akademisi, pelaku bisnis, dan policymaker. Semua itu akan diterbikan di platform media.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021