Bekasi, (Antara Megapolitan) - Tim SAR Gabungan menemukan kesalahan prosedur dalam insiden kecelakaan yang menewaskan anggota pramuka Kota Bekasi, Rizky Ardan (14), saat mengikuti kegiatan uji kenaikan tingkat.
"Tali yang mengikat tubuh korban saat menyebrangi Sungai Cikeas tidak sebanding dengan berat tubuh korban dan juga kecepatan arus sungai pada saat kejadian," kata juru bicara Tim Sar Gabungan Toro kepada Antara di Bekasi, Selasa.
Hal itu diketahuinya saat penemuan jasad korban, Selasa, sekitar 300 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).
Tubuh korban ditemukan masih terdapat tali pramuka yang melilitnya.
Tali pramuka berwarna putih tersebut diketahui berbahan plastik yang mudah terlepas dan putus.
"Mungkin kalau yang digunakan tali pramuka jenis lama yang berbahan kain, masih cukup kuat karena bentuknya tebal," katanya.
Rizky merupakan pelajar kelas satu SMPN 7 Kayuringin Kota Bekasi yang dinyatakan hilang di Sungai Cikeas dekat Bumi Perkemahan Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (5/4), saat mengikuti uji kenaikan tingkat.
Dalam kegiatan itu, seluruh peserta kegiatan yang berjumlah sekitar 47 orang diharuskan menyeberang Sungai Cikeas menggunakan seutas tambang sebagai pegangan dan tubuh diikat tali.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi tersangkut tumpukan bambu di sisi sungai sekira pukul 08.00 WIB.
"Saat kita temukan, korban masih lengkap menggunakan seragam pramuka dengan kondisi tubuh kaku. Sepertinya korban sebelum meninggal sempat berusaha memanjat bambu, itu nampak dari jasad korban yang tangan serta kakinya terlihat seperti berusaha memanjat," katanya.
Menurut dia, tubuh korban yang diperkirakan memiliki bobot sekitar 40 kg tidak sebanding dengan tali pengaman yang diikat ditubuhnya saat proses penyeberangan sungai berlangsung.
Pascaproses evakuasi, jasad korban kemudian dibawa tim medis menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk diserahkan kepada keluarga sebelum dibawa ke rumah duka di Kampung Pulogede, Jalan Cempakaraya, Nomor 120, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat.
Kasus tersebut saat ini tengah ditangani petugas Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, untuk keperluan penyelidikan.
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015
"Tali yang mengikat tubuh korban saat menyebrangi Sungai Cikeas tidak sebanding dengan berat tubuh korban dan juga kecepatan arus sungai pada saat kejadian," kata juru bicara Tim Sar Gabungan Toro kepada Antara di Bekasi, Selasa.
Hal itu diketahuinya saat penemuan jasad korban, Selasa, sekitar 300 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).
Tubuh korban ditemukan masih terdapat tali pramuka yang melilitnya.
Tali pramuka berwarna putih tersebut diketahui berbahan plastik yang mudah terlepas dan putus.
"Mungkin kalau yang digunakan tali pramuka jenis lama yang berbahan kain, masih cukup kuat karena bentuknya tebal," katanya.
Rizky merupakan pelajar kelas satu SMPN 7 Kayuringin Kota Bekasi yang dinyatakan hilang di Sungai Cikeas dekat Bumi Perkemahan Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (5/4), saat mengikuti uji kenaikan tingkat.
Dalam kegiatan itu, seluruh peserta kegiatan yang berjumlah sekitar 47 orang diharuskan menyeberang Sungai Cikeas menggunakan seutas tambang sebagai pegangan dan tubuh diikat tali.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi tersangkut tumpukan bambu di sisi sungai sekira pukul 08.00 WIB.
"Saat kita temukan, korban masih lengkap menggunakan seragam pramuka dengan kondisi tubuh kaku. Sepertinya korban sebelum meninggal sempat berusaha memanjat bambu, itu nampak dari jasad korban yang tangan serta kakinya terlihat seperti berusaha memanjat," katanya.
Menurut dia, tubuh korban yang diperkirakan memiliki bobot sekitar 40 kg tidak sebanding dengan tali pengaman yang diikat ditubuhnya saat proses penyeberangan sungai berlangsung.
Pascaproses evakuasi, jasad korban kemudian dibawa tim medis menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk diserahkan kepada keluarga sebelum dibawa ke rumah duka di Kampung Pulogede, Jalan Cempakaraya, Nomor 120, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat.
Kasus tersebut saat ini tengah ditangani petugas Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, untuk keperluan penyelidikan.
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015