Kamis, 21 September 2017

Indonesia Promosikan Destinasi Selam Di Macau

id Indonesia, Promosikan Destinasi, Selam, Snorkeling, Sabang, Aceh, Macau, Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata, Kemen
Indonesia Promosikan Destinasi Selam Di Macau
Pada kegiatan Pata Travel Mart 2017, Indonesia memromosikan wisata bahari dengan ikon kapal phinisi di Paviliun Indonesia. (ANTARA FOTO/Istimewa/Humas Kementerian Pariwisata).
Maka pada kesempatan Pata Travel Mart 2017 kami mempromosikan wisata bahari dengan ikon kapal phinisi di Paviliun Indonesia.
Jakarta (Antara Megapolitan-Bogor) - Indonesia mempromosikan destinasi wisata selam di ajang PATA Travel Mart 2017 yang digelar di Macao pada 13-15 September 2017.
    
Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan sejak 2014 Indonesia menggunakan tema sentral wisata bahari dalam setiap event promosi di luar negeri.
    
"Maka pada kesempatan Pata Travel Mart 2017 kami mempromosikan wisata bahari dengan ikon kapal phinisi di Paviliun Indonesia," katanya.
    
Ia menambahkan, ketika membahas wisata bahari maka selam merupakan salah satu andalan Indonesia di samping wisata pantai dan atas air.
    
"Dilihat dari segi volume, wisata selam itu kecil tapi kelebihan yang lain yaitu spending wisatawannya besar, masa tinggal lama, dan mereka mempunyai loyalitas tinggi," katanya.
    
Oleh karena itulah, destinasi selam menjadi salah satu andalan yang ditawarkan di ajang PATA Travel Mart 2017 yang digelar di Venetian Macao Resort Hotel, Macao sebagai wilayah administratif China.
    
Pada kesempatan pameran berbasis business to business itu, Indonesia membawa serta 12 pelaku bisnis yang beberapa di antaranya memasarkan paket wisata selam.
    
"Selain selam, paket wisata yang lain juga kami tawarkan untuk para pelaku bisnis yang hadir dalam acara ini," katanya.
    
Dalam beberapa waktu terakhir, wisata bahari khususnya selam di Indonesia memang menjadi primadona khususnya bagi wisman.
    
Rahman Kabuik pemilik Dive Indonesia mengatakan pihaknya menjadi salah satu pebisnis yang ikut serta mempromosikan wisata selam dalam ajang Pata Travel Mart 2017.
    
Dari beberapa komitmen bisnis yang didapat dalam Pata Travel Mart 2017, kata dia, sebagian besar mitra bisnis dari luar negeri sangat meminati wilayah selam di Indonesia Timur.
    
"Mereka sangat meminati Komodo dan Rajaampat," katanya.
    
Senada dikatakan Titi dari Dive Indonesia, Indonesia Timur menjadi favorit wisman sebagai destinasi selam.
    
Pihaknya pun menawarkan beberapa paket untuk pasar Pata Travel Mart di antaranya Bunaken, Bali, Live A Board Diving Trip Papua, Komodo, Rajampat, dan Wakatobi.
    
Dalam ajang Pata Travel Mart 2017, Indonesia mengusung tema wisata bahari dengan menampilkan ikon kapal phinisi di Paviliun Indonesia.

PATA Travel Mart merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pasific Asia Travel Association (PATA) bekerja sama dengan China National Tourism Administration (CNTA), Pemerintah Provinsi Macau.

Tahun ini acara itu mengangkat tema "Create, Connect, Conserve".

PATA Travel Mart merupakan ajang yang bersifat Business to Business dan kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan paket wisata, mengangkat isu-isu strategis, serta sebagai upaya untuk meningkatkan kerja sama antara sektor publik dengan organisasi pemerintah ataupun industri yang terlibat di dalamnya.

Indonesia menyewa lahan seluas 108 m2 yang di desain dengan fokus bernuansa Wonderful Indonesia mencirikan keanekaragaman budaya dengan sentuhan modern.

Pihaknya sekaligus memfasilitas 12 pelaku industri dalam negeri untuk ikut serta dalam ajang itu yakni Garuda Indonesia, Bali Flores Adventure, B Hotel Bali, Dive Indonesia, Manhattan Hotel, Marintur Indonesia, Pacto Ltd, Sea Safari Cruise, Tanjung Lesung Beach Resort, The Mulia-Mulia Resort Bali, The Samaya Bali, dan Ubud Wana Resort.

Event PATA Travel Mart ini adalah salah satu ajang yang dianggap mempunyai kredibilitas kuat dan diakui oleh industri pariwisata di dunia.

PATA sendiri sudah berdiri sejak 1951, sebagai asosiasi nirlaba yang eksis diakui dunia dan menjadi katalisator bagi pengembangan travel dan pariwisata yang bertanggung jawab.

Anggota PATA terdiri dari 95 badan turisme pemerintah, negara dan kota, 29 perusahaan penerbangan internasional, bandara dan jalur pelayaran, 63 institusi pendidikan, dan ratusan perusahaan industri travel. (ANT/BPJ)

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga