Kamis, 21 September 2017

Ini Kata Bank Indonesia Tentang Pertumbuhan Ekonomi Lampung

id Lampung Update, Bank Indonesia, BI, KPBI, Lampung, Bappeda, Bandara, Termonal, Tol, Pasar, Padi, Petani, Ridho, Tentang, Pertumbuhan Ekonomi, Tol, P
Ini Kata Bank Indonesia Tentang Pertumbuhan Ekonomi Lampung
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo (bertopi tengah) pada acara -=Rembuk Tani=-, di Lapangan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur Maret 2017. (ANTARA FOTO/Humas Pemprov Lampung/Dok).
Dilihat dari pertumbuhan ekonomi Lampung semester 1 2017 dibandingkan semester 1 2016, Lampung berada di posisi lima Sumatera.
Bandarlampung (Antara Megapolitan-Bogor) - Bank Indonesia (BI) mencatat ekonomi Lampung pada triwulan II 2017 secara tahunan tumbuh sebesar 5,03% (yoy), atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera (4,09%) dan nasional (5,01%).

"Secara historis, pertumbuhan ekonomi Lampung memang bukan yang tertinggi. Umumnya berada pada posisi ketiga atau keempat dengan pertumbuhan tertinggi di Sumatera. Kecuali pada triwulan IV 2013, Lampung menempati urutan pertama," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Lampung, Arief Hartawan, di Bandarlampung, Selasa (12/9/2017).

Menurut Arief, meski demikian, BI mencatat secara triwulanan (qtq) pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II 2017, sebenarnya merupakan yang paling pesat se-Sumatera (Lampung 4,29% qtq, Sumatera 2,19% qtq). Pertumbuhan itu, didukung konsumsi domestik menguat dan investasi meningkat.

"Capain triwulanan tersebut menunjukkan geliat perekonomian Lampung cukup tinggi, dan memberikan optimisme bahwa prospek pertumbuhan ekonomi masih cukup baik. Prospek pertumbuhan ekonomi Lampung semakin menjanjikan dengan pembangunan infrastruktur strategis, seperti Jalan Tol Trans Sumatera, Bandara Internasional Radin Inten II, perluasan dermaga Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, peningkatan distribusi listrik, pengembangan pariwisata, dan rencana pengembangan kawasan industri," kata Arief Hartawan.

Mengembangkan Forum Investasi Lampung

Dari sisi sektoral, kata Arief lebih lanjut, sumber pertumbuhan ekonomi Lampung relatif merata dengan tiga sektor utama, yakni pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan. Kondisi ini cukup menguntungkan Lampung di tengah harga komoditas yang berfluktuasi, khususnya harga komoditas tambang yang masih berada pada level rendah.

Seandainya ekspansi fiskal pemda berjalan lebih optimal, pertumbuhan ekonomi Lampung tentu akan lebih tinggi lagi. Arief menyarankan dalam kondisi fiskal daerah relatif terbatas, program jangka pendek yang bisa ditempuh pemda adalah menarik investasi swasta sebanyak mungkin dengan memperbaiki iklim investasi.

Misalnya, melalui percepatan dan penyederhanaan perizinan, pemberian insentif regulasi pengembangan usaha, dan komunikasi program investasi secara profesional. Guna mendukung langkah pembenahan iklim investasi itu, KPBI Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan kabupaten dan kota akan mengembangkan Forum Investasi Lampung (FOILA).

Terkait dengan hal ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Lampung masih yang tertinggi di Sumatera, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata Pulau Sumatera.

Dilihat dari pertumbuhan ekonomi Lampung semester 1 2017 dibandingkan semester 1 2016, Lampung berada di posisi lima Sumatera.

Agak melambatnya pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II (yny), salah satunya karena kontraksi pengeluaran pemerintah minus 6,8% (- 6,8%). "Ini karena akibat pergeseran pembayaran gaji ke-13 dari Juni ke Juli 2017. Selain itu realisasi belanja modal pemerintah yang masih rendah. Kondisi ini terjadi di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung," kata Taufik Hidayat. (RLs/Humas Prov/ANT/BPJ/MTh).

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga