Sabtu, 23 September 2017

Dosen IPB Buktikan Jus Silase Hambat Pertumbuhan Bakteri Patogen

id Jus Silase, Bakteri Patogen, Bakteri asam laktat, BAL, antidiare, bakteri Salmonella, peneliti, IPB, Prof. Nahrowi, tanaman jagung, Jus silase, Jagung
Dosen IPB Buktikan Jus Silase Hambat Pertumbuhan Bakteri Patogen
Tanaman jagung untuk bahan silase. (Humas IPB/Nahrowi dan Tim).
Pakan yang difermentasi BAL mampu mencegah kontaminasi bakteri Salmonella.
Bogor (Antara Megapolitan) - Bakteri asam laktat (BAL) banyak dilaporkan berperan penting dalam menghambat bakteri patogen. Bakteri asam laktat biasanya digunakan sebagai agen biopreservasi maupun sebagai agen antidiare melalui aktivitas metabolitnya.

Pakan yang difermentasi BAL mampu mencegah kontaminasi bakteri Salmonella.

Bakteri asam laktat juga dapat menghambat pertumbuhan Clostridia  dalam  bahan pakan dan mampu memutus siklus rantai penyebaran  Escherichia coli dalam pakan.

Silase merupakan produk hasil fermentasi yang tidak hanya menghasilkan pakan yang awet namun juga dapat menghasilkan asam organik dan BAL yang dapat dipakai sebagai sumber feed additive potensial dan ekonomis.

Kajian terdahulu menunjukkan bahwa pakan unggas yang difermentasi menjadi silase mampu memberikan hasil yang sebanding dengan pakan bentuk kering.

Peneliti dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB),  Prof. Nahrowi, Dr. M. Ridla, dan peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Prof.Dr. Agus Setiyono melakukan penelitian terkait silase jagung.

Penelitian tersebut bertujuan mengkaji dan membandingkan karakteristik jus silase jagung umur 45 hari dengan 365 hari serta kemampuannya dalam menghambat Escherichia coli dan Salmonella sp. yang diisolasi dari pedet sapi perah yang sedang diare akut.

Dua ton jagung berumur dua bulan yang terdiri atas batang, daun dan biji dipotong dengan ukuran 1-2 centimeter menggunakan chopper (mesin pemotong) lalu diaduk dan dimasukkan ke dalam kantong plastik setebal 0,35 milimeter.

Kantong plastik kemudian divakum dan diikat dengan karet selanjutnya dimasukkan ke dalam dua puluh tong penampung dan ditutup rapat. Tong tersebut kemudian didiamkan masing-masing selama 45 hari dan 365 hari agar proses ensilage terjadi sempurna.

Sebanyak sepuluh sampel silase umur 45 dan 365 hari diambil secara acak dari tong penampung.

Kantong plastik silase dibuka dan dibuang bagian atas setebal satu centimeter (bagian yang tidak baik).

Separuh bagian yang baik dikeluarkan dari kemasan sebelum bagian sisi samping dan bawah wadah kemasan dilubangi untuk dipress.

Jus silase diperoleh dengan mengepress silase  menggunakan pressan hidrolik.  

Jus dan sampel yang dikeluarkan dari kemasan dibawa ke laboratorium dan dianalisis komposisi, konsentrasi asam organik, jumlah total BAL, derajat keasaman (pH), dan daya hambatnya melawan E.coli serta Salmonella sp.

Silase jagung dari penelitian tersebut memiliki kadar air sebesar 45 persen.
Pengepresan menggunakan hidrolik terhadap silase dapat menghasilkan cairan (jus) sebanyak 270 kilogram per kilogram silase.

Jus silase berumur 45 hari mengandung asam laktat empat kali lebih tinggi dari asam laktat dari jus silase umur tua.

Kandungan asam laktat jus silase umur 45 hari adalah  0,4 gram per liter, sedangkan jus silase umur setahun sebesar 0,07 gram per liter.

Selain mengandung asam laktat yang tinggi,  jus silase umur 45 hari mengandung asam asetat, tetapi jus ini tidak mengandung asam propionat, iso butirat dan iso valerat.  

Sebaliknya jus silase umur 365 hari didominasi  asam asetat dan butirat, dan sejumlah kecil asam propionat, valerat dan isobutirat.

Munculnya asam butirat mengindikasikan adanya aktivitas Clostridia yang  mendegradasi asam amino maupun asam laktat.

Prof. Nahrowi menyimpulkan bahwa jus silase mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen gram negatif yang diuji (E. coli dan Salmonella spp) baik yang diisolasi dari feses sapi pedet diare, maupun dari bakteri patogen lainnya.

Jus silase lebih mampu menghambat bakteri Salmonella dibandingkan menghambat E.coli.

Hasil ini memperkuat hasil sebelumnya yang membandingkan kemampuan jus silase dengan antibiotik gabungan Chlor-tetracyclin dengan Erythtromycin dalam melawan E. coli dan Salmonella spp yang diisolasi dari pedet sapi  diare .

Peneliti ini menambahkan bahwa karakteristik jus silase jagung yang baik adalah dengan pH 2,98, jumlah BAL  lebih dari 2,2 x sepuluh pangkat delapan, dan didominasi oleh asam laktat dengan konsenstrasi di atas 0,4 gram per liter.  Kualitas jus semakin menurun dengan semakin meningkatnya umur silase. (IRM/ris_)

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga