Sabtu, 23 September 2017

Promosikan Pulau Bintan Lewat Aplikasi Pencari Informasi

id Home Island, Aplikasi, Pencari Informasi, aplikasi pencari informasi, Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Teguh Wahyu Pramana, Mahasiswa, Departemen Agronom
Yang membedakan aplikasi ini dengan yang lainnya, ada ikon donasi, dibuat khusus untuk pengujung yang memiliki minat sosial.
Bogor (Antara Megapolitan) - Pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat lokal di Pulau Bintan, Kepulauan Riau masih kecil, hal ini mendorong Teguh Wahyu Pramana (23) mahasiswa semester akhir Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor merancang aplikasi pencari informasi bernama "Home Island".

"Aplikasi ini sama seperti Traveloka, bedanya khusus untuk `home stay` yang berbasis masyarakat lokal," kata Teguh kepada Antara, saat ditemui, di Bogor, Minggu.

Sebagai putra kelahiran Pulau Bintan, Teguh tertarik untuk memajukan sektor pariwisata di kampung halamannya. Terlebih dirinya juga menyandang predikat Duta Maritim Republik Indonesia tahun 2016 asal Pulau Bintan.

Menurut dia, sektor pariwisata di Pulau Bintan sangat menjanjikan, namun sayangnya kebanyakan investor masuk tidak memberdayakan masyarakat lokal. Walau sudah berdiri sebuah resort milik investor asing, tapi masyarakat lokal hanya bekerja menjadi buruh dan pelayan.

"Saya tertantang untuk membangkitkan perekonomian masyarakat lokal lewat pengembangan sektor pariwisata. Terpikir untuk mengembangkan "home stay" yang memang belum ada di Pulau Bintan," katanya.

Pengalaman waktu kecil saat belibur di wilayah Mapur, Kepulauan Bintan. Teguh kesulitan untuk mendapatkan "home stay" hingga akhirnya ia memilih untuk tinggal di rumah kakek. Sejak saat itu, tercetus ide untuk mengembangkan "home stay" berbasis masyarakat pesisir pantai.

Aplikasi "Home Island" yang dirancangnya menyediakan layanan informasi keberadaan "home stay" berbasis masyarakat pesisir. Selain itu, salah satu fitur yang dirancang khusus adalah ikon donasi, dimana pengunjung bisa memberikan donasi untuk masyarakat sekitar baik itu berupa buku, atau bantuan lainnya.

"Yang membedakan aplikasi ini dengan yang lainnya, ada ikon donasi, dibuat khusus untuk pengujung yang memiliki minat sosial," katanya.

Saat ini, Teguh sudah menggandeng sejumlah agen travel yang akan membantu aperasional aplikasinya. Ia juga sudah menjaring lebih dari 20 masyarakat yang siap menjadi "home stay" untuk wisata di Pulau Bintan.

"Aplikasi ini tinggal mendaftarkannya saja ke app store, atau google play. Ini butuh waktu, dan saya masih menunggu investor yang mau bergabung," kata Teguh.

Saat ini Teguh sedang mengikuti kompetisi "Mister Tourism Indonesia" yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata. Teguh mewakili IPB, akan bersaing dengan 28 pemuda dari sejumlah wilayah di Indonesia.

Tanggal 28 September hingga 3 Oktober 2017 mendatang, Teguh akan masuk karantina untuk final "Mister Tourism Indonesia". Pemenang kompetisi ini akan mewakili Indonesia di ajang Internasional yaitu "Mister Tourism World".

"Aplikasi "Home Island" ini menjadi temuan saya yang akan saya paparkan pada final "Mister Tourism Indonesia" mendatang," kata Teguh.

Teguh adalah lulusan SMAN 1 Bintan Kepulauan Riau (Kepri) yang berhasil masuk IPB melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Segudang prestasi dikalungkannya, terpilih sebagai 10 besar Duta Maritim Indonesia untuk persahabatan.

Ia juga koordinator Asian Youth Network of Agriculture dan President HiLo Green Community Bogor.

Terpilihnya Teguh menjadi Duta Maritim karena banyaknya prestasi yang ia raih selama menjalani pendidikan di IPB, diantaranya Best Oral Presentation and 3rd Winner Asia Pasific Student Project Competition di Taiwan; Power Shift Malaysia on Climate Change Trainning di Kuala Lumpur, Malaysia; Global Youth Enterpreneur Summit di Bangladesh; dan Delegation in International Conference in Food Security and Production di Taiwan.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga