Kamis, 21 September 2017

Menteri Desa Belajar Pengolahan Padi Ke Sukabumi (Video)

id Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, belajar, pengolahan padi, PT BUMR Pangan Terhubung, Luwarso, Jalan Raya RA Kosasih, Desa/Kecama
Menteri Desa Belajar Pengolahan Padi Ke Sukabumi (Video)
Menteri Desa PDTT RI Eko Putro Sandjojo (kedua kanan) didampingi Komisaris PT BUMR Pangan Terhubung Luwarso (kanan) yang menjelaskan proses pengolahan padi secara modern dengan teknologi canggih di Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (10/9/17). (Foto/video Antara/Aditya A Rohman/17).
Produk beras PT BUMR Pangan Terhubung ini kami bisa libatkan e-commerce atau perbankkan sehingga bisa diekspor ke berbagai negara.
Sukabumi (Antara Megapolitan) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo belajar pengolahan padi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu.

"Kedatangan saya ke pengolahan padi modern yang dikembangkan PT BUMR Pangan Terhubung di Jalan Raya RA Kosasih, Desa/Kecamatan Sukaraja ini untuk mengetahui bagaimana proses mengolah gabah panen hingga menjadi beras kemasan," kata Eko di sela kunjungan kerjanya di Sukabumi, Sabtu.

Menurut dia, dirinya sangat takjub pada perusahaan milik Luwarso karena pengelolaan hingga pengolahannya melibatkan petani, kelompok tani hingga masyarakat.

Ia mengatakan, model yang dikembangkan PT BUMR Pangan Terhubung ini masih dipelajari oleh dirinya untuk dikembangkan di daerah lainnya atau dengan kata lain sebagai pilot proyek pengembangan pengolahan padi hingga menjadi beras dengan konsep modern.

Selain itu, dalam pengolahannya pun seluruhnya secara digital sehingga hasilnya mempunyai kualitas ekspor. Apalagi jika melihat beras yang sudah dikemas dan divakum seperti ini walaupun berasnya dari Sukabumi bisa diekspor.

"Maka dari itu, produk beras PT BUMR Pangan Terhubung ini kami bisa libatkan e-commerce atau perbankkan sehingga bisa diekspor ke berbagai negara," tambahnya.

Eko mengatakan pihaknya juga akan mempelajari dahulu bagaimana teknis kerjasama antara perusahaan itu dengan petani dan koperasi. Sebab, dalam pemasarannya perusahaan tersebut akan menjaminnya sehingga petani dan koperasi mendapatkan keuntungan yang lebih serta membantu progam pemerintah dalam peningkatan dan penyediaan beras nasional.



Intinya dengan model pengolahan padi seperti ini petani mendapatkan jaminan walauapun terjadi panen raya tetapi harganya tetap stabil atau tidak jatuh karena berasnya berkualitas premium.

"Pihak perbankkan pun tidak akan takut memberikan kredit kepada para petani sebab resikonya kecil. Dan kami pun menantang Pemkab Sukabumi untuk pengembangan pengolohan padi seperti ini yang akan dibantu pemerintah melalui Prukades," katanya.

Sementara, Komisaris PT BUMR Pangan Terhubung Luwarso mengatakan motede pengolahan padi yang dilakukan dengan cara berbudidaya secara ekologis, seperti mempertimbangan faktor-faktor lingkungan dan kesehatan.

Beras yang dihasilkan higienis karena dikemas dengan alat berteknologi modern. Selain itu, pola tanam dan panen yang dilakukan petani pun tidak serempak yang tujuannya untuk antisipasi terjadinya kekosongan pasokan atau persediaan.

"Pengelolaan yang kami lakukan dengan sistem berkelanjutan sehingga petani maupun koperasi mempunyai jaminan setiap bulannya, bahkan tidak hanya menggarap saja tetapi kami pun menggaji mereka," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga