Sabtu, 23 September 2017

KKP Kembangkan Progam Mina Padi Dan Bioflok

id KKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan, progam mina padi, bioflok, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Dirjen Budidaya KKP RI, Slamet Subjakto, Suk
KKP Kembangkan Progam Mina Padi Dan Bioflok
Kepala Staf Presiden RI Teten Masduki (kedua kiri) dan Dirjen Budidaya KKP RI Slamet Subjakto (kiri) meninjau lokasi budidaya ikan dengan progam bioflok di BBPBAT Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/9/17). (Foto Antara/ Aditya A Rohman/17).
Ini juga sejalan dengan progam peningkatan konsumsi ikan sebagai asupan gizi utama masyarakat Indonesia khususnya di Sukabumi.
Sukabumi (Antara Megapolitan) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengembangkan sekaligus mengenalkan progam mina padi dan bioflok kepada petani di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Kedatangan kami ke Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi untuk melihat kondisi mina padi yang sudah terealisasikan dan mensosialisasikan progam ini kepada masyarakat, karena belum banyak masyarakat Cikurutug yang mengetahui mina padi," kata Direktur Jendral Budidaya KKP RI Slamet Subjakto di Sukabumi, Sabtu.

Secara terminologi Bioflok berasal dari dua suku kata yaitu ''bio'' yang berarti biologi atau hidup dan ''floc''yang berarti gumpalan. BIO-FLOC adalah flok atau gumpalan-gumpalan kecil yang tersusun dari sekumpulan mikroorganisme hidup yang melayang-layang di air.

Teknologi Biofloc adalah teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme yang membentuk flok (gumpalan). Aplikasi BFT (Bio Floc Technology) banyak diaplikasikan di system pengolahan air limbah industri dan mulai diterapkan pada sistem pengolahan air media aquakultur.

Menurutnya, pihaknya juga menyerahkan bantuan kepada kelompok tani untuk segera melakukan kegiatan mina padi dan bioflok. Adapun dana dari APBN yang dikucurkan untuk progam mina padi di Kabupaten Sukabumi sebesar Rp1,65 miliar untuk pengembangan di 50 hektare lahan pertanian.

Sementara, untuk progam bioflok di Kabupaten Sukabumi bantuan sebanyak lima paket sebesar Rp1 miliar yang disalurkan ke lima pondok pesantren yakni Al-Ghifari, As Salam, Al Masyad dan Ridhotul Ta`limil Quran.

Diharapkan progam tersebut bisa terus berkembang yang tujuannya untuk menambah penghasilan pembudidaya dan petani, karena selain untuk dari panen padi juga dari ikannya.

"Ini juga sejalan dengan progam peningkatan konsumsi ikan sebagai asupan gizi utama masyarakat Indonesia khususnya di Sukabumi," tambahnya.

Slamet mengatakan petani tidak perlu khawatir dengan cara berbudidaya mina padi seperti ini, walaupun lahannya berkurang tetapi keuntungannya malah berlipat ganda.

Bahkan, dari hasil penelitian lahan pertanian mina padi produksi gabahnya malah lebih tinggi karena bulir padinya lebih padat sebab unsur hara yang berasal dari kotoran ikan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman tersebut.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga