Kamis, 21 September 2017

Peternakan Murai Batu Di Sukabumi Semakin Menjanjikan

id peternakan burung, murai batu, Jalan Odeon, Kecamatan Citamiang, sesepuh kicau mania, Adi Albi, tangkapan alam, penghobi, harga tinggi. sukabumi
Peternakan Murai Batu Di Sukabumi Semakin Menjanjikan
Kandang usaha peternakan burung jenis Murai Batu di Kota Sukabumi, Jawa Barat. (Foto Antara/Aditya A Rohman/17).
Untuk kepercayaan konsumen, saya selalu memberikan jaminan sesuai permintaan seperti jika nantinya jadi betina bisa ditukarkan kembali...
Sukabumi (Antara Megapolitan) - Usaha peternakan burung jenis murai batu di Kota Sukabumi, Jawa Barat semakin menjanjikan dan bertambah marak karena pendapatannya cukup menggiurkan dengan permintaan melonjak.

"Ide berternak burung berkicau jenis murai batu ini karena semakin banyak penghobi burung baik untuk kontes maupun rumahan, sehingga saya mencobanya sejak setahun yang lalu dan hasilnya cukup menggiurkan," kata salah seorang peternak murai batu di Jalan Odeon, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi Adrian Theodor, Jumat.

Awalnya dirinya hanya memelihara beberapa pasang saja, tetapi karena semakin banyaknya permintaan ia terus membangun kandang ternak sehingga saat ini sudah ada puluhan pasang.

Walaupun setiap bulannya jumlah anakan tidak tentu, tetapi pria yang hobi beternak burung ini mampu meraup untung hingga jutaan rupiah. Bahkan saat ini permintaannya pun tidak hanya dari dalam Sukabumi saja, tetapi luar daerah pun semakin banyak.

Adapun harga satu ekor murai batu anakan jaminan jantan ia jual mulai dari Rp2 juta hingga 5 juta dan juga yang lebih mahal tergantung dari kualitas indukan. Ternyata, permintaan terus melonjak bahkan ia pernah tidak bisa melayani konsumennya karena persediaan anakan burung yang mempunyai suara indah ini habis terjual.

"Untuk kepercayaan konsumen, saya selalu memberikan jaminan sesuai permintaan seperti jika nantinya jadi betina bisa ditukarkan kembali dan kesehatannya pun terjamin karena saya tidak ingin mengecewakan pelanggan," tambahnya.

Adrian mengatakan usaha yang baru dirintisnya tersebut juga bisa memberdayakan rekan-rekannya seperti ikut memasarkan produknya tersebut dan nanti ada bagi hasil yang sudah disepakati.

Rencananya ia pun akan terus mengembangkan usahanya tersebut, karena selain untuk peningkatan ekonomi juga membantu pemerintah dalam hal konservasi agar keberadaan murai batu di alam liar tetap terjaga.

"Jenis murai batu yang saya jual mulai dari Nias, Aceh, Medan, Lampung, Pasaman dan lain-lain. Ada juga indukan yang hasil silangan karena kemauan konsumen berbeda-beda," katanya.

Sementara, sesepuh kicau mania di Sukabumi Adi Albi mengatakan dahulu untuk membeli murai batu tersebut bergantung dari tangkapan alam, tetapi saat ini sudah semakin banyak peternak di Sukabumi sehingga tidak lagi sulit mencarinya.

"Hobi kontes burung berkicau saat ini di Sukabumi semakin marak dan ini bisa dimanfaatkan oleh warga untuk beternak burung berkicau karena sudah jelas pasarnya. Bahkan di Sukabumi jumlah penghobinya mencapai puluhan ribu orang murai dari pejabat hingga penarik ojek pun ada," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga