Kamis, 21 September 2017

Pupuk Kujang Jamin Ketersediaan Pupuk Musim Rendeng

id PT Pupuk Kujang, pupuk bersubsidi, petani, musim tanam utama, musim rendeng, Manager Komunikasi, Ade Cahya Kurniawan, pupuk urea, gudang lini II prod
Pupuk Kujang Jamin Ketersediaan Pupuk Musim Rendeng
Ilustrasi - Buruh angkut memindahkan pupuk untuk didistribusikan dari Gudang pupuk Kujang Lini III Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat. (Foto Antara/Dedhez Anggara/Dok).
Dilihat dari stok yang ada, kami bisa menjamin kebutuhan pupuk aman memasuki musim rendeng.
Karawang (Antara Megapolitan) - PT Pupuk Kujang menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk kebutuhan petani pada musim tanam utama atau musim rendeng, sehingga tidak akan menghambat masa tanam tahun ini.

"Kami juga memastikan kalau seluruh penyaluran dan pengadaan pupuk bersubsidi akan berjalan dengan lancar dan baik sampai ke tangan petani," kata Manager Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang Ade Cahya Kurniawan, dalam siaran pers yang diterima di Kabupaten Karawang, Jabar, Kamis.

Ia menyatakan, stok pupuk urea bersubsidi pada awal September yang tersimpan di gudang lini II produsen dan gudang lini III distributor mencapai 160.000 ton.

Jumlah stok pupuk urea itu tidak hanya memenuhi kebutuhan dua minggu ke depan, tapi mampu memenuhi kebutuhan hingga dua bulan ke depan.

Selain itu, stok pupuk itu juga akan terus bertambah dari produksi dua pabrik dengan kapasitas 3.500 ton per hari. Karenanya, itu petani diharapkan tidak perlu khawatir dalam memasuki musim tanam rendeng ini.

"Dilihat dari stok yang ada, kami bisa menjamin kebutuhan pupuk aman memasuki musim rendeng. Dengan adanya kepastian stok pupuk, diharapkan tidak ada lagi keluhan petani yang sulit mendapat pupuk di lapangan," kata dia.

Sementara itu, untuk realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jawa Barat dan Banten hingga awal September mencapai 371.000 ton atau 96,82 persen dari ketentuan Dinas Pertanian yang mencapai 540.700 ton.

Ade mengimbau agar para petani bergabung ke kelompok tani dan terdaftar di Dinas Pertanian setempat. Hal itu perlu dilakukan agar alokasi kebutuhan pupuk dapat sesuai dengan jumlah kebutuhan sebenarnya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga