Sabtu, 23 September 2017

Timnas Bola Indonesia Peringkat Lima Kejuaraan Sepakbola Jalanan

id hwc, pssi, Timnas, Tim Nasional, Bola, Indonesia, Peringkat Lima, Kejuaraan, Sepakbola, Jalanan . Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republi
Timnas Bola Indonesia Peringkat Lima Kejuaraan Sepakbola Jalanan
Pesepak bola Indonesia Febri Hariyadi (kanan) dan pesepak bola Myanmar Nan Wai Min saat mengejar bola pada laga perebutan medali perunggu sepak bola SEA Games XXIX 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Dok).
Peringkat terbaik timnas Indonesia yang dimotori oleh Rumah Cemara diraih pada gelaran HWC di Meksiko pada tahun 2012. Saat itu, timnas meraih peringkat ke-4 dunia.
Bandung (Antara Megapolitan-Bogor) - Tim Nasional Indonesia berhasil menempati peringkat ke-5 dari 48 negara dalam kejuaraan sepakbola jalanan Homeless World Cup (HWC) 2017, setelah menundukan Portugal 6-5 di City Hall Oslo, Norwegia, Selasa (5/9).

Raihan ini memperbaiki prestasi Timnas tahun lalu di Scotlandia, yang hanya finish di urutan ke-7. Peringkat terbaik timnas Indonesia yang dimotori oleh Rumah Cemara diraih pada gelaran HWC di Meksiko pada tahun 2012. Saat itu, timnas meraih peringkat ke-4 dunia.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia, Yuwono A. Putranto, yang menyaksikan langsung Timnas Indonesia bertanding saat menghadapi Portugal, mengungkapkan rasa syukur atas raihan tersebut. Meski hanya menempati posisi lima, namun perjuangan punggawa Timnas patut diapresiasi.

"Ini pertandingan extraordinary. Selamat, khususnya untuk Tim Nasional Indonesia," ujar Yuwono dalam siaran tertulis yang diterima di Bandung, Rabu.

Langkah Indonesia terhenti untuk melaju ke fase final setelah dikalahkan Meksiko dalam babak delapan besar dengan skor 4-3. Setelah sebelumnya melenggang mulus di fase grup.

Sementara itu, Kapten Timnas Indonesia, Pinsa Prahadian, mengatakan kejuaraan HWC bukan hanya sebatas memperebutkan piala. Lebih jauh dari itu, merupakan ajang untuk menyatukan dunia serta mengajarkan arti solidaritas yang sesungguhnya.

"Siapapun di turnamen ini, di awal pertandingan selalu mengucapkan semoga beruntung kepada lawannya. Ada pelajaran tertentu dari ucapan itu," kata dia.

Bagi Pinsa, kompetisi semacam HWC 2017 ini juga sekaligus memberinya pelajaran tentang arti kebhinekaan.

"Salah-satunya adalah perbedaan itu nyata dan indah jika dilihat dari persamaannya, yaitu sama-sama bermain bola," ujarnya.  (ANT/BPJ).     

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga