Kamis, 21 September 2017

Waduh, Puluhan Hektare Sawah Di Karawang Gagal Panen

id gagal panen, hama, wereng, OPT, organisme pengganggu tanaman, asuransi pertanian, ganti rugi, padi, petani, sawah, karawang
Waduh, Puluhan Hektare Sawah Di Karawang Gagal Panen
Ilustrasi - Seorang petani menyemprotkan obat ke tanaman padi di areal sawah sekitar Kepuh, Kabupaten Karawang, Jabar. Itu dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama. (Foto Antara/M. Ali Khumaini/Dok).
Serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) sangat parah, sampai berdampak ke gagal panen.
Karawang (Antara Megapolitan) - Puluhan hektare areal persawahan di Desa Sukapura, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, gagal panen menyusul tingginya serangan organisme pengganggu tanaman jenis hama wereng di daerah tersebut.

Sejumlah petani di Desa Sukapura, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Selasa, mengaku akibat serangan organisme pengganggu tanaman itu mereka hanya bisa panen 1-5 kwintal gabah.

"Serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) sangat parah, sampai berdampak ke gagal panen," kata Abay, salah seorang warga setempat.

Ia mengatakan serangan OPT itu mengakibatkan tanaman padi tidak dapat berkembang dan berbuah. Kemudian, terlihat banyak bulir padi yang tidak dapat tumbuh normal dan banyak rumput liar yang tumbuh di areal persawahan.

Saat diketahui terkena serangan hama, para petani di daerah itu sebenarnya sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi hama jenis wereng, tetapi usaha itu sia-sia.

Petani mengalami kerugian akibat serangan hama yang mengakibatkan gagal panen itu. Sebab mereka sudah mengeluarkan biaya produksi cukup besar hingga mencapai Rp8 juta. Tetapi hasil padi yang dipanen hanya 1-5 kwintal.

Para petani di daerah itu menyesalkan peristiwa gagal panen, karena saat ini harga gabah kering panen sedang tinggi-tingginya, mencapai Rp5.400-5.500 per kilogram.

Sementara itu, seorang kepala dusun di Desa Sukapura, Ahmad Rifai, menyatakan areal persawahan yang mengalami gagal panen di daerahnya mencapai sekitar 50 hektare.

Ia mengatakan, para petani di daerahnya sebenarnya sudah mendaftarkan asuransi pertanian untuk areal sawah mereka. Tapi hingga kini belum ada ganti rugi yang diterima oleh petani.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga