Kamis, 21 September 2017

Tapestri Kemerdekaan Bagi Generasi Milenial (Video)

id Tapestri Kemerdekaan, Galeri Foto Jurnalistik Antara, GFJA, Divisi Pemberitaan Foto Antara, AntaraFoto, Arsip Nasional Republik Indonesia, ANRI, Muse
Tapestri Kemerdekaan Bagi Generasi Milenial (Video)
Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) bersama Divisi Pemberitaan Foto Antara (AntaraFoto) menjalin kerja sama menggelar pameran foto. (ANTARA FOTO/Humas).
Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) bersama Divisi Pemberitaan Foto Antara (AntaraFoto) menjalin kerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) serta Museum Bronbeek Arnhem Belanda untuk mengembangkan subjek koleksi.
Jakarta (Antara Megapolitan-Bogor) - Tidak terasa 72 tahun sudah perjalanan Republik Indonesia mengarungi samudra kemerdekaan berikut dengan pasang surut romantika serta hiruk pikuk demokrasi yang belum juga beranjak dewasa.

Berbarengan dengan tahun peringatan tersebut, Kantor Berita Antara akan genap berusia 80 tahun pada tanggal 13 Desember 2017 nanti.

Memperingati HUT ke-72, sekaligus menyongsong peringatan 10 Windu Antara sebagai Kantor Berita Indonesia, maka pameran dan penerbitan buku foto "TAPESTRI KEMERDEKAAN" ini dipersembahkan dengan segala kerendahan hati.

.

Buku ini merupàkan episoda terakhir dari trilogi "HISTORI MASA DEPAN" yang penerbitannya diawali pada Agustusan 2015. Buku foto kedua terbit setahun kemudian dengan episoda "BINGKISAN REVOLUSI".

Penerbitan serial buku foto sejarah tersebut tak sekadar sebagai gerbang peringatan 10 Windu Antara, namun juga ditujukan sebagai perwujudan misi untuk memperkaya materi sejarah visual Indonesia, khususnya fotografi jurnalistik periode 1945-1950, yang masih teramat langka.

Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) bersama Divisi Pemberitaan Foto Antara (AntaraFoto) menjalin kerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) serta Museum Bronbeek Arnhem Belanda untuk mengembangkan subjek koleksi.

Khusus dengan pihak Museum Bronbeek yang terlibat dalam ketiga penerbitan tersebut kerja sama dibangun dengan landasan keterbukaan sudut pandang. Keterbukaan agar generasi baru kedua pihak yang dahulu saling berperang dapat mengamati sejarah visual dalam periode yang genting itu dari dua persepsi dalam dua perspektif.

Pilihan yang tentu lebih bermakna dan cergas, ketimbang meneriakkannya dengan lantang hanya dari satu jurusan. Suatu kondisi yang memungkinkan mereka bisa berangkulan dalam respek, toleransi serta saling pengertian untuk hubungan yang lebih baik di masa depan.

Seperti metafora pengertian tapestri yang bermakna rajutan tekstil aneka motif buatan tangan. Maka biarlah dia menghiasi dinding kebersamaan kita sebagai cara kita merawat masa depan nilai-nilai kemerdekaan dalam keberagaman, yang telah diproklamasikan dengan mulia oleh para perintis negeri tanah air kita.
(Oscar Motuloh, Kurator. Contact Person: Sofia 08121813482, Danny 081314103577). (*/ANT/BPJ).

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga