Rabu, 20 September 2017

Sejumlah Warga Bekasi Jadi Korban First Travel

id Korban First Travel, biro perjalanan umroh, First Travel, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede, bekasi
Sejumlah Warga Bekasi Jadi Korban First Travel
Bukti kuitansi penyetoran dana ke biro perjalanan umroh, First Travel. (Foto Antara/Andi Firdaus/17).
Ada keluarga saya bernama Bu Anah yang stres dan sempat guling-gulingan sambil menangis histeris di jalan saat tahu dirinya menjadi korban penipuan First Travel.
Bekasi (Antara Megapolitan) - Sedikitnya enam warga Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban penipuan biro perjalanan umroh First Travel dan saat ini sebagian dari mereka mengalami depresi dan jatuh sakit.

"Keluarga saya yang tertipu ada enam orang. Mereka sekarang mengalami stres karena uang yang sudah disetorkan tidak ada kejelasan," kata salah satu korban, Maryanah (51) di Bekasi, Minggu.

Warga RT03 RW19 Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede itu mengaku baru menyadari telah menjadi korban penipuan saat kabar tersebut ramai disampaikan media massa.

Dirinya mengaku kerap mengalami depresi bila mendengar ada pemberitaan terkait First Travel lewat siaran televisi yang belakangan ini rutin tersiar hampir setiap hari.

"Saya beruntung punya anak yang baik, setiap kali saya stress, ada putra saya yang selalu memberi nasihat untuk bersabar," katanya.

Putra Maryanah, Suhendi (33) mengatakan mayoritas keluarganya yang terkena tipu saat ini mulai menunjukkan gelagat yang kurang wajar.

"Ada keluarga saya bernama Bu Anah yang stres dan sempat guling-gulingan sambil menangis histeris di jalan saat tahu dirinya menjadi korban penipuan First Travel," katanya.

Namun sang ibu, kata dia, hanya menampakkan gejala depresi yang ditunjukkan dengan menurunnya nafsu makan serta melamun dalam kondisi tertentu.

"Mereka depresi karena uangnya boleh ngumpulin sedikit-sedikit. Rata-rata mereka warga berpenghasilan menengah ke bawah dan sekarang sudah menyetor ke First Travel rata-rata Rp18 juta," katanya.

Dikatakan Suhendi, keenam anggota keluarganya telah melakukan "ratiban" sebagai acara syukuran atas rencana keberangkatan untuk umroh ke Tanah Suci sejak awal Januari 2017, namun sampai Agustus 2017 belum ada kejelasan pemberangkatan.

"Awalnya First Travel mengundur keberangkatan karena terjadi pengurangan kuota dari Saudi Arabia, kemudian keluarga saya yang ingin berangkat sesuai dengan jadwal dimintai uang lagi Rp2 juta dengan alasan untuk sewa pesawat. Sampai waktu yang dijanjikan, belum ada jadwal pemberangkatan umroh yang jelas," katanya.

Korban lainnya warga RT04 RW09 Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede, Kunut (75), mengaku mulai mengalami permasalahan kesehatan yang mengakibatkan penurunan stamina.

"Pikiran saya puyeng kalau ingat umroh. Badan saya sepertinya butuh dirawat karena kurang enak terus," katanya.

Kunut menyetorkan dana total Rp32 juta untuk keberangkatan umroh bersama sang istri ke Tanah Suci.

"Uangnya juga dikumpulin dari arisan. Bulanannya sampai sekarang harus saya bayar," katanya.

Kunut bersama keluarganya hanya berharap uang setoran umroh yang diberikan kepada First Travel bisa dikembalikan secara utuh.

"Kami cuma ingin uangnya dikembalikan saja utuh untuk keperluan lain," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga