Sabtu, 23 September 2017

Puan Maharani Protes: Kecerobohan Simbol Negara Itu Fatal

id Puan Maharani, PDIP, Kabinet Kerja, Presiden, Jokowi, Joko Widodo, Protes, Keras, Protes Keras, Kecerobohan, Simbol Negara, Fatal, Menko PMK
Puan Maharani Protes: Kecerobohan Simbol Negara Itu Fatal
Menko PMK Puan Maharani (tengah) saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kementerian PMK, Jakarta. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/Dok).
Kami berharap ada permintaan maaf terbuka dari pemerintah Malaysia.
Jakarta (Antara Megapolitan-Bogor) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memprotes keras kesalahan gambar bendera Indonesia yang tercantum di Buku Panduan SEA Games 2017 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Kecerobohan simbol negara itu fatal. Kami berharap ada permintaan maaf terbuka dari pemerintah Malaysia," kata Puan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Puan yang menghadiri acara pembukaan SEA Games Ke-29 di Kuala Lumpur, Sabtu 19/8) malam, juga meminta buku panduan berisi negara-negara yang berpartisipasi dan telah diedarkan untuk dicabut lagi.

Panitia penyelenggara SEA Games 2017 di Malaysia melakukan kesalahan pada Buku Panduan SEA Games XXIX yang dibagikan kepada para pejabat yang hadir dalam acara pembukaan dengan mencetak gambar bendera Indonesia terbalik menjadi putih merah.

Puan meminta agar pemerintah Malaysia menyampaikan pernyataan resmi. Kasus tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

"Pada kesempatan ini Kemlu, Menpora, dan KOI sudah protes keras. Untuk event sebesar ini apakah sengaja atau tidak, harus diperbaiki karena ini berkaitan dengan simbol Indonesia, komunikasi formal harus resmi," kata Puan.

Di halaman 80 dalam Buku Panduan SEA Games 2017, diketahui bendera Merah Putih tercetak terbalik, yakni menjadi putih merah.

Bendera Indonesia yang terbalik itu ada di bagian daftar negara peserta yang pernah menjadi tuan rumah SEA Games.

Pada bagian tersebut tertulis Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan SEA Games, yakni pada tahun 1979, 1987, 1997, dan 2011.

Sejauh ini, baik Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia maupun Panitia Penyelenggara SEA Games XXIX sudah menyatakan permohonan maaf secara resmi.

Permohonan maaf dan penyesalan itu tertulis dalam surat resmi dan akun pribadi media sosial Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin.

Di sisi lain, atlet asal Indonesia tidak akan terpengaruh dengan insiden ini. Mereka lebih memilih untuk fokus pada pertandingan serta memberikan prestasi yang terbaik untuk bangsa di setiap ajang pertandingan cabang olahraga. (Ant). 

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga